Pilkada 2017 Kota Kupang Diawasi Bawaslu Pusat Dan Provinsi

Konfrensi Pers oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT Nelce Ringo (Tengah) di Hotel Swiss Bell Inn Crystal, sebelum kegiatan sosialisasi pemilih pemula oleh Bawaslu.

Kupang, Semarak.News – Pilkada serentak yang akan dilakukan di berbagai daerah semakin memanas. Berbagai penyimpangan sering kali ditemukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di setiap daerah. Salah satu permasalahan yang selalu menghantui Bawaslu pusat dan daerah adalah permasalahan yang berhubungan dengan mutasi bakal calon (balon) petahana.

Salah satu contoh sengketa terjadi di Pilkada Kota Kupang tahun 2017. Seperti yang dikutip dari jumpa pers Ketua Bawaslu Provinsi NTT Nelce Ringo Stp. Terdapat sengketa yang diajukan oleh pemohon yaitu paket Firmanmu terhadap Walikota Petahana Joans Salean. Namun, menurut pihaknya permohonan tersebut tidak dapat dilakukan oleh Paket Firmanmu karena tidak memilki legal standing.

“Posisi pemohon (Paket Firmanmu) saat ini tidak memilki legal standing untuk mengajukan permohonan sengketa ke Panwaslih Kota Kupang. Oleh sebab itu, permohonan yang diminta oleh pemohon tidak dapat diterima untuk disidangkan,” ungkapnya.

Selain tidak menganggap pengajuan sengketa Pilkada dari Paket Firmanmu, pihaknya juga menilai bahwa permasalahan sengketa ini terjadi akibat adanya kelalaian dari panwaslih Kota Kupang. Sehingga pihaknya telah memberhentikan panwaslih Kota Kupang secara sementara dan pengawasan diambil alih oleh Bawaslu Provinsi NTT dan Bawaslu pusat yang berada di Jakarta.

“Terdapat banyak permasalahan yang terjadi imbas dari keputusan yang diambil oleh Panwaslih Kota Kupang. Jadi untuk saat ini Bawaslu Provinsi NTT beserta Bawaslu Pusat telah mengambil alih pengawasan terhadap penyelenggaraan Pilakada 2017 Kota Kupang,” tambahnya.

Menurut pihaknya Panwaslih kota harus segera berbenah agar kesalahan fatal seperti ini tidak terjadi kembali. Sehingga pengawasan yang dilakukan akan dapat mewujudkan Pilkada yang aman, damai, lancar, jujur, adil dan berintegritas.

Dengan tidak disidangkannya pengajuan sengketa pilkada tersebut maka. Hingga saat ini Kota Kupang tetap memiliki dua bakal calon Walikota dan Wakil walikota yaitu Paket Sahabat dan Paket Firmanmu untuk bertarung di Pilakada 2017.

TINGGALKAN BALASAN