Pemuda NKRI : Kutuk Dan Waspadai Oknum Pemecah Belah Kerukunan Umat Beragama !

Pemuda NKRI Sumsel

Palembang, Semarak.News- Mulai munculnya oknum kelompok yang berusaha mengkonstruksi permasalahan SARA melalui provokasi-provokasi terhadap Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Indonesia, dapat dirasakan pasca terjadinya gerakan aksi 411 dan ledakan bom di Samarinda 13 november lalu.

Pemuda NKRI Sumsel, dalam menyikapi provokasi tersebut sepakat untuk mengutuk keras aksi teror bom di Kota Samarinda yang menyebabkan anak kecil menjadi korban ledakan. Gabungan dari berbagai OKP atau Organisasi Kepemudaan antar agama di Sumsel yang terdiri dari, Pemuda Anshor Pemuda Muhammadiyah, IPNU, IPTI, PMKRI, PK Komda Sumsel, Banser Bela Negara, FPK, MPII dan Peradah membentuk Pemuda NKRI Sumsel sebagai langkah menyatukan dan memperkuat diri dalam menghadapi provokasi terkait permasalahan SARA di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi Pemuda NKRI Sumsel, malam (14/11), di Seketariat Pemuda Muhammadiyah Sumsel, menyatakan mengutuk keras aksi teror bom di Kota Samarinda dan NKRI merupakan harga mati yang harus diperjuangkan dan dipertahankan. Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Sumsel, Ahmad Marzuki mengatakan, bahwa rapat tersebut bertujuan untuk mensolidkan diri terhadap ancaman berupa provokasi yang mengarah terhadap perpecahan kerukunan umat beragama. “Pemuda Sumsel dalam hal ini harus tetap solid dalam menjaga kerukunan umat beragama”, tegasnya.

Sementara itu, Seketaris Pemuda Anshor Sumsel, Mubarok mengatakan bahwa Bangsa Indonesia terbentuk oleh beberapa suku, bahasa, dan agama. “Bangsa Indonesia ini tidak akan Merdeka tanpa adanya pemuda dari seluruh agama, suku dan bangsa, sebab itu bangsa ini membutuhkan kebersamaan para pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI”, jelasnya.

Senada akan hal tersebut, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumsel (PK Komda Sumsel), Apriyadi Sinaga mengatakan bahwa Pemuda Sumsel yang bergabung dalam Pemuda NKRI Sumsel akan menjadi pemicu bagi pemuda di seluruh Indonesia agar bersatu dan solid. “Khususnya wilayah Sumsel, dengan pemudanya dapat memastikan daerah Sumsel aman”, imbuhnya. ‎

Pada kesempatannya, Ketua Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Sumsel, Sonler Chandra juga ikut memberikan pendapatnya bahwa dalam Pemuda NKRI tidak terdapat koordinator atau fasilitator, maupun organisasi, namun yang ada hanyalah pemuda. “Harapannya para Pemuda NKRI Sumsel dapat menjaga keamanan persatuan dan zero conflict antar suku, agama dan budaya di Sumsel”, tutupnya. (FIR)

TINGGALKAN BALASAN