Madura, Semarak.news – Soto mungkin sudah lumrah di mata masyarakat, namun kali ini ada sebuah menu makanan yang ekstrim dari pulau garam Madura, tepatnya di kecamatan burneh kabupaten Bangkalan.  Tidak ada penanda di pinggir jalan, tempatnya juga agak susah di deskripsikan karena masuk gang. Jika anda kesulitan bisa bertanya orang di sekitar. Di sini tidak ada nama warung atau kursi dan meja layaknya warung makan pada umumnya. Yang ada meja penjual dan kursi lebar anyaman bambu tempat pengunjung duduk bersila sambil makan.

Soto Madura yang dimaksud ini tidak seperti soto yang mungkin telah Anda kenal sebelumnya. Soto ini berwarna merah karena menggunakan cabe merah halus dan bumbu khas soto Madura sebagai bumbunya dan tanpa kunyit seperti soto pada umumnya. Bahan yang dibuat soto adalah mata sapi, daging sapi, dan usus sapi. Bahan dasar Soto Mata ini direbus sampai lima jam, sehingga menghasilkan kuah yang kental dan pekat. Bagian padat mata sapi masih utuh terbalut tulang. Setelah dibumbui, Soto Mata Sapi ini disajikan sebagai soto dengan tambahan sedikit irisan daging sapi rebus. Mata sapi yang digunakan tidak diiris kecil-kecil tetapi masih utuh bola matanya tetapi bila Anda menginginkannya untuk diiris Anda bisa meminta ke penjualnya. Jika Anda tidak bernyali untuk memakan mata sapi, Anda bisa menikmati soto ini tanpa mata sapi. Biasanya soto ini dimakan dengan topak atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut Lontong.

Seporsi Soto hanya dikenai biaya 12 ribu per porsi. Cukup mengenyangkan, dan puas bukan. Sangat cocok untuk makan siang bersama, meskipun tempatnya agak masuk gang dan berkelok-kelok, tetapi jangan salah tempat ini tetap di cari oleh para pemburu kuliner. Bila anda bernyali, selamat mencoba makanan yang satu ini. (FMC)

TINGGALKAN BALASAN