Badan POM Musnahkan Obat dan Makanan TMS di Manado

Pemusnahan Obat dan Makanan TMS oleh BPOM RI [Foto: Semarak.news]

Manado, Semarak.news – Bertepatan dengan hari pahlawan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melaksanakan kegiatan pemusnahan Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat (TMS). Kegiatan dilaksanakan di Balai BPOM Manado.

Barang yang akan dimusnahkan merupakan hasil temuan berbagai operasi pengawasan termasuk operasi gabunbgan tahun 2016 dengan nilai keekonomian lebih dari 202 juta rupiah. Sebelumnya BBPOM Manado juga telah memusnahkan produk ilegal dan TMS hasil operasi gabungan tahun 2015-2016 yang didominasi oleh obat, kosmetik, obat tradisional (OT), dan pangan sebanyak 37.774 jenis. Hasil tersebut memiliki nilai keekonomian produk mencapai lebih dari 923 Juta rupiah.

Dari hasil kegiatan penyidikan rutin BBPOM di Manado, Operasi Storm, Operasi Gabungan Daerah, dan Operasi Gabungan Nasional selama tahun 2014-2016, BBPOM di Manado telah menaganani 10 perkara pelanggaran dimana enam diantaranya telah mendapat putusan pengadilan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPOM RI, Dr. Ir. Penny K. Lukito, dalam sambutannya Kepala BPOM mengatakan bahwa pihaknya juga hendak memperkuat tata hubungan kerja dengan Pemprov Sulut. “Kita hadir disini untuk memperkuat tata hubungan kerja pemerintah Sulut dengan Badan POM RI dan pemusnahan produk barang hasil pengawasan tahun 2015-2016.” ucap Penny.

Maka dari itu, pada kesempatan yang sama dilaksanakan penandatanganan MoU antara pihak BBPOM Manado dengan pihak provinsi yang diwakili oleh Kepala Disperindag Sulut, Jenny Karouw. Penandatanganan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dukungan sekaligus deklarasi “Gerakan Sulawesi Utara Peduli Obat dan Pangan Aman” (GSPOPA) yang disaksikan oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Kami tidak bisa melakukan pengawasan sendiri, maka dari itu dibutuhkan kerja sama dari seluruh intansi terkait.” ungkap Penny.

Penny juga menyatakan bahwa kejahatan pelanggaran obat dan makanan merupakan suatu bentuk kejahatan kemanusiaan. Oleh karena itu Badan POM menghimbau masyarakat aagar turut berpartisipasi aktif melakukan pengawasan dan melaporkan ke Badan POM saat mencurigai adanya pelanggaran.

Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas, pastikan obat dan makanan yang dikonsumsi aman dengan “Cek KIK”, yaitu memastikan kondisi Kemasan, memiliki Izin Edar, dan tidak melebihi masa Kadaluwarsa. (AH)

TINGGALKAN BALASAN