Kotaku, Jangan Hanya Masalah Sampah dan Penerangan Saja!

Palembang, Semarak.News– “Kota Tanpa Kumuh” (Kotaku)  merupakan program dengan target  sudah tidak ada lagi kawasan kumuh di Kota Palembang pada 2019 dan telah dilaksanakan mulai akhir Oktober lalu. Guru Besar Sosiologi Universitas Sriwijaya Alfitri (45) mengatakan, ” saya sangat mendukung Program Kotaku. Namun, meskipun program itu dijalankan, sebaiknya jangan melakukan penggusuran untuk kepentingan kapital pihak tertentu. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pelaksanan program cukup dengan mengelola tempat itu dengan baik, ditata dan dibangun”. “Intinya jangan ambil hak masyarakat. Apabila hak itu diambil masyarakat yang kecewa tadi akan menjadi peran utama pengganggu pemerintah,” ujarnya saat di wawancarai usai memberi materi dalam seminar nasional ‘Mewujudkan Masyarakat Kota Palembang yang Berkeadilan dan Berkeadaban’ di Pascasarjana Unsri.
“Tempat pariwisata yang mempunyai sisi ekonomi bagi rakyat, ruang hijau, harus dibangun dan dimanfaatkan secara maksimal”, ujarnya. Namun langkah pemerintah saat ini kurang berpihak, karena ini sangat rentan dan harus dilindungi. Salah satu contoh lain  seperti Pasar Cinde, yang hampir diambil oleh pihak kapitalis. “Pasar Cinde harus kita pertahankan nilai historisnya. Jangan korbankan ruang publik, ruang hijau yang merupakan hak seluruh masyarakat”, jelasnya.
Sementara itu, pengamat perkotaan, Yayat Supriatna mengungkapkan penanganan Kotaku bukan hanya parsial saja. Seperti masalah sampah maupun penerangan, namun juga harus memperhatikan pembangunan rumah.”Kota tanpa perkampungan kumuh penangannnanya jangan hanya parsial seperti sampah, lampu tetapi harus diperhatikan pembangunan rumahnya, revitalisasi fisik,” ungkapnya.
“Kumuh itu harus revitalisasi ekonomi dengan menjadikan kawasan kumuh nantinya menjadi kampung wisata”, lanjut Yayat. Selain itu juga revitalisasi sosial dengan kesadaran masyarakat. “Apalah arti rumah bagus tapi ekonomi jelek, menjadi pengangguran. Harusnya jadikan kampung wisata,” tambahnya. (FIR)

TINGGALKAN BALASAN