Diduga Lecehkan Presiden, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Metro

Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan ProJokowi melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Metro Jaya, Senin, 7 November 2016 (Foto : Tempo / Yohanes Paskalis)

Jakarta, Semarak.News –  Dhani Ahmad Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan Ahmad Dhani dilaporkan Perwakilan Laskar Rakyat Joko Widodo (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) ke Kepolisian Daerah Metro Jaya Sekitar pukul 01.20 WIB, Senin, 7 November 2016. Apakah yang melatarbelakangi laporan tersebut?

Calon Wakil Bupati Bekasi tersebut dilaporkan lantaran diduga melecehkan Presiden Joko Widodo sebagai lambang kepala negara dalam aksi damai 4 November 2016 kemarin. Setelah melakukan pelaporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Perwakilan kedua Ormas tersebut menunjukkan kepada awak media yang hadir surat Laporan Polisi (LP) bernomor LP/5423XI/2016/PMJ/Ditreskrimum.

“Kami sebagai perwakilan (LRJ dan Projo) telah menyerakan bukti  secara visual berupa video, selanjutnya kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menanganinya,” Tegas Ketua Umum LRJ, Riano Oscha kepada awak media, Senin, 7 November 2016.

Riona menegaskan ucapan Dhani saat aksi damai 4 November tersebut di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat bersifat individual. Tambahnya, Dhani telah melanggar hukum dengan melecehkan Presiden dengan nama-nama binatang.

Pentolan Band Dewa 19 tersebut dilaporkan kelompok relawan Jokowi dengan Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pada Pasal tersebut berbunyi “Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan hukum di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan”.

Pihak Dhani saat ini belum dapat dimintai keterangan perihal pelaporan tersebut ataupun untuk konfirmasi dengan dugaan pelecehan kepala negara tersebut.

 

MRA

 

TINGGALKAN BALASAN