Ini Kata Pengamat Soal Demo Besok

Jakarta, Semarak.news – Kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama atau Ahok kian memperkeruh suasana masyarakat Indonesia.

Pasalnya, kasus tersebut telah mengarahkan pada demo akbar yang rencananya akan dilaksanakan pada esok, 4 Oktober 2016.

Berbagai ormas Islam mulai FPI, KAHMI, HMI, dan ormas Islam lainnya dikabarkan ikut turut andil dalam demo menuntut pemeriksaan Ahok itu.

Menanggapi masalah ini, pengamat ideologi, Azizul Ghofar menyampaikan para pendemo untuk bersikap kooperatif dan tidak ricuh.

“Demo itu adalah hak rakyat. Oleh karena itu, mohon rakyat tidak perlu ricuh. Demo yang damai akan berdampak baik insya Allah,” kata Ghofar, (3/11/2016).

Selain itu, Ghofar juga menyarankan kepada pemerintah untuk berhati-hati adanya teror di tengah demonstrasi berlangsung.

“Kelompok radikal tidak ada yang ikut demo. Karena demo merupakan hasil sistem demokrasi. Sedangkan mereka tidak pro demokrasi,” tutur Ghofar.

“Kemungkinan kelompok radikal hadir, tapi bukan untuk demo. Melainkan untuk menyerang aparat,” sambungnya.

Maksud kemungkinan penyerangan oleh kelompok radikal, menurut Ghofar adalah sebuah bentuk teknik memberi rasa takut.

“Jadi mereka kemungkinan melakukan irhab (menakut-nakuti). Supaya pemerintah takut kepada kelompok mereka,” ucap Ghofar.

Target kemungkinan penyerangan itu tak lain adalah aparat penegak hukum.

“Target mereka yaa TNI/Polri,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ghofar juga memaparkan gerakan kelompok pro ISIS sudah mulai sulit terdeteksi.

“Mereka (kelompok pro ISIS) mulai sulit terdeteksi. Karena mereka berkomunikasi hanya melalui media sosial. Dan itu tidak saling mengenal antara satu anggota dengan anggota lain,” paparnya.

Untuk menjaga stabilitas negara Indonesia, Ghofar mengharuskan kepada intelijen Indonesia untuk semakin menggiatkan operasinya.

“Menghadapi masalah negara seperti ini, intelijen Indonesia harus bergerak secara ofensif. Sehingga, musuh mudah untuk dikendalikan dan dilumpuhkan,” pungkasnya. (ADM)

TINGGALKAN BALASAN