Pembangunan Tujuh Bendungan Di Provinsi NTT Terus Dikebut

Pembangunan Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang menjadi salah satu dari tujuh bendungan dalam program pembangunan Presiden Jokowi. Saat ini pembangunan bendungan ini telah mencapai lebih dari 50%. (Source: Garinaji)

Kupang, Semarak.news – Seperti yang diketahui oleh banyak orang, Presiden Jokowi memiliki banyak program untuk memajukan wilayah-wilayah Indonesia yang tertinggal dan dapat dibilang terlupakan. Melalui program pembangunan wilayah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) kedepannya Indonesia diharapkan akan memiliki roda perputaran ekonomi yang stabil dan dapat bersaing dengan negara tetangga.

Selain pembangunan wilayah tersebut, presiden juga mulai melakukan pembenahan dari sektor infrastruktur.  Pembenahan tersebut berupa pembangunan dan revitalisasi yang dilakukan terhadap pelabuhan, sarana transportasi, pembangkit listrik dan infrastruktur yang dapat membantu masyarakat Indonesia.

Salah satu bentuk realisasi pembangunan yang dapat menguntungkan masyarakat saat ini sedang dilakukan di Provinsi NTT. Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, pemerintah pusat telah merencanakan untuk membangun tujuh bendungan yang tersebar di seluruh Provinsi NTT. Salah satu bendungan yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya adalah Bendungan Raknamo yang terletak di Kabupaten Kupang.

Ditemui di Kantor Konsultan Supervisi Proyek Bendungan Raknamo, Kepala Tim Konsultan Supervisi Proyek Bendungan Raknamo NTT, Didik Krisnohadi mengatakan bahwa proses pembangunan bendungan yang ideal seharusnya memakan waktu sekitar lima tahun. Akan tetapi untuk mendukung program presiden, pihaknya yakin bendungan tersebut akan selesai pada tahun 2017.

“Pembangunan bendungan itu semestinya memakan waktu minimal 5 tahun untuk diselesaikan. Tapi, karenakan ada tuntutan oleh Presiden maka kami dan tim berusaha untuk menyelesaikan Bendungan Raknamo dalam kurun waktu tiga tahun jadi tahun 2017 diharapkan selesai,” ujarnya.

Pihaknya juga yakin pada akhir 2016 tahap pembangunan proyek Bendungan Raknamo akan mencapai 80%. Apabila tidak ada hambatan yang dialami, dikarenakan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan bendungan tersebut.

“Setiap pengerjaan proyek pasti memiliki berbagai tantangan. Tantangan itu bisa muncul dari permasalahan geologis seperti kontur tanah serta medan yang sulit. Kadang-kadang juga ada resistensi dari masyarakat. Namun, untuk proyek pembangunan Bendungan Raknamo ini, belum ada resistensi dari masyarakat dikarenakan letak bendungan yang jauh dari pemukiman,” kata dirinya.

Menurut informasi yang didapatkan, pembangunan Bendungan Raknamo sendiri telah mencapai presentase pengerjaan sebesar 71,08%.

Ditemui ditempat yang sama, Engineer Konsultan Supervisi Proyek Bendungan Raknamo NTT, Boby mengatakan bahwa apabila pengerjaan bendungan tersebut telah mencapai 80%, pihaknya bersama PT. Waskita akan mengajukan sertifikasi kepada Komisi Keamanan Bendungan (KKB) agar dilakukan sidang pleno untuk melakukan pengairan bendungan tersebut.

“Nanti apabila presentase penyelesaian bendungan sudah sampai 80%, kita akan ajukan sertifikasi kepada KKB biar dilakukan sidang pleno. Kalau sidang pleno sudah dilakukan dan memang bendungan telah mendapatkan sertifikasi, maka akan dilakukan penggenangan,” ujarnya.

Dengan adanya pembangunan bendungan di Provinsi NTT, maka diharapkan masyarakat NTT dapat memanfaatkan bendungan tersebut untuk meningkatkan produksi daerah seperti pangan dan juga membantu pendapatan daerah dari segi pariwisata. (GS)

TINGGALKAN BALASAN