Sebanyak 15 TKA Asal Tiongkok Bekerja di Kupang

Tenaga Kerja Asing Tiongkok [Sumber: mediaindonesia.com]

Kupang, Semarak.news – Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu Provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain memiliki beragam kerawanan. Salah satu kerawanan itu adalah kemungkinan adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja secara ilegal di provinsi kepulauan tersebut.

“Selama kurang lebih satu tahun dinas di NTT, saya tidak pernah menemukan pelanggaran itu (TKA ilegal),” ujar Kepala Divisi Imigrasi NTT (Sumatri Sihite, SH, MAP) di Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT.

Berdasarkan data di kantornya, hanya terdapat 15 orang TKA yang bekerja di pembangunan PLTU Bolok. Jumlah tersebut sudah menurun dari sebelumnya, dimana pada bulan Agustus terdapat 22 orang TKA yang bekerja. Para tenaga kerja ini pada umunya datang dari negara Tiongkok.

“Kami juga sudah melakukan pengawasan bersama dengan Disnakertrans, Polri, dan TNI,” tambahnnya.

Menurutnya, operasi pengawasan orang asing sangat jarang dilakukan. Karena jumlah TKA yang berada di wilayah NTT tidak sebanyak daerah lainnya.

Dirinya juga menambahkan hasil dari operasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) selama 15 hari di bulan Oktober telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

“Dari operasi itu kita temukan 31 orang WN Timor Leste dan beberapa WN Bangladesh,” tuturnya.

Imigrasi Kota Kupang melakukan penahanan kepada WNA tersebut di Tahanan Imigrasi Kota Kupang. Nantinya para WNA akan di deportasi untuk dikembalikan ke negara asalnya.

“Kendala utama sekarang ini jumlah personil. Saya dan anak buah saya dituntut mampu melakukan pengawasan untuk seluruh wilayah NTT. Padahal jumlah personil tidak memadai,” ujarnya.

Untuk melakukan penindakan atau pemeriksaan kepada WNA, personil harus memiliki kualifikasi sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Namun, pada kenyataannya hanya terdapat dua orang PPNS yang berada di bawah naungan Imigrasi Provinsi NTT. (ADH)

 

TINGGALKAN BALASAN