Demo Forsu dan Garda Sumut : Usut Segera Kasus Gratifikasi dan Pungli

Ilustrasi: Semarak News

Medan – Semarak.News –  Puluhan massa dari Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu)  dan Gerakan Rakyat Daerah Sumatera Utara (Garda Sumut) melakukan aksi unjuk rasa menanggapi beberapa kasus dugaan pungli dan gratifikasi di kalangan pemerintah Kota Medan. Aksi ini berlangsung di beberapa tempat yaitu Kantor Pengadilan Negeri, Gedung DPRD Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi, Kejaksaan Tinggi, dan Dinas PU Binamarga pada Senin (1/11).

Menurut Forsu, revolusi mental yang dicanangkan oleh Jokowi, Presiden RI, seakan tak tampak didukung oleh kinerja pemerintah Medan yang hingga saat ini meninggalkan kesan melakukan pembiaran terhadap kasus tindak pidana korupsi. Kasus Walikota Medan yang mendapatkan fasilitas jet dan perjalanan keluar negeri diduga mendapatkan dukungan tersebut dari pengusaha asal negeri Tiongkok.

Tidak hanya permasalahan fasilitas jet dan perjalanan gelap ke luar negeri yang diangkat dalam aksi ini. Sejumlah permasalahan di bidang pendidikan seperti dugaan adanya suap dan pungutan liar dalam penerimaan siswa baru di sekolah negeri di Kota Medan, dugaan pengutipan upeti oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, dan dugaan adanya pelantikan juga menjadi keprihatinan Forum Rakyat Sumatera Utara dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kali ini.

“Kami meminta agar KPK segera melakukan penangkapan terhadap Kabag Umum Medan, M. Andi Syahputra yang merupakan pintu masuk penyelidikan gratifikasi scandal jet gate, tindak lanjuti laporan masyarakat terkait gratifikasi hingga tuntas, ambil alih kasus korupsi Dinas Pertamanan dan TRTB terkait pajak reklame dan pungli dalam pelantikan Kepsek oleh Dinas Pendidikan Kota Medan”, seru Ketua Forsu, Ahmad Faisal Nasution, dalam tuntutannya saat memimpin aksi tersebut.

Ahmad menilai, penjelasan yang diberikan oleh Komisi A DPRD sangat tidak relevn dengan tuntutan yang diserukan Forsu dan Garda. “Kami diajak berdiskusi dengan Anggota Komisi A DPRD, tapi jawaban yang diberikan sangat tidak memuaskan dan ‘mencla-mencle’. Kami tanyakan apa, yang dijelaskan apa”, tegas Ahmad dalam penjelasannya. (FZ)

TINGGALKAN BALASAN