Partai Demokrat Inginkan FBI untuk Memeriksa Donald Trump

Partai Demokrat berharap Hillary Clinton sudah mengajukan permohonan kepada direktur FBI untuk meyingkap dugaan keterkaitan calon presiden Partai Republik, Donald Trump dengan pemerintah Rusia

Washington DC, Semarak.news-Pada sebuah konferensi (31/10), manajer kampanye Hillary Clinton, Robby Mook menyindir direktur FBI, James Comey untuk memberlakukan standar pemeriksaan yang sama kepada kedua kandidat.

Pada Jumat (28/10) Comey menyatakan bahwa biro investigasi baru-baru ini telah menemukan surat elektronik yang diduga memiliki kaitan dengan penggunaan email pribadi milik Clinton semasa menjabat sebagai sekretaris negara. Kemudian pada bulan Juli, kasus ini ditutup.

“Adalah suatu hal yang mustahil untuk melihat ini sebagai hal yang penting kecuali kedua calon diperlakukan sama,” ujar Mook dalam sesi pertanyaan.

“Direktur Coomey adalah orang yang membuka kasus ini, dialah orang yang melanggar protokol untuk memberikan informasi sebagai bahan investigasi sebelum hal itu terbukti.”

Mook berkomentar setelah CNBC mem-broadcast bahwa Comey tidak ingin ada steroetiop bahwa pemerintah Rusia terlibat dalam pemilihan presiden Amerika. Namun FBI kini tengah mendalami bukti baru yang berasal dari surat elektronik pribadi milik Hillary Clinton.

“Dia (Comey) perlu memberlakukan prosedur yang sama terhadap Donald Trump seperti apa yang telah FBI lakukan terhadap Hillary Clinton.” Tutup Mook.

Menurut FBI, kasus ini diketahui setelah biro investigasi menyita gadget yang diduga digunakan untuk menjatuhkan Partai Republik. Tak lama setelah itu, diketauhi bahwa ajudan Hillary Clinton, Weiner pernah mengirim suatu pesan kepada seorang gadis berumur 15 tahun.

Hal ini pastinya menguntungkan pihak dari Donald Trump di mana ia cukup optimistis untuk memenangkan pemilihan presiden 8 November nanti. “Mungkin, pidato-pidato saya nantinya akan terasa hambar.” Ucapnya menyindir Hillary Clinton. Terlebih ia pun mendukung FBI untuk terus melakukan investigasi, “kita tidak bisa membiarkan dia (Clinton) melaju ke Oval Office bersama kriminalitasnya.”

 

TINGGALKAN BALASAN