Indonesia Import Cangkul dari China

Jakarta, Semarak.news – Pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, Indonesia yang dikenal dengan Negara agrarisnya, dan pernah menjadi Macan Asia, kini mengalami krisis dalam bidang alat pertanian. Faktanya pada senin 5 september 2016 silam tepatnya di kota medan telah menerima satu container berisikan 900 box cangkul yang akan di distribusikan keseluruh Indonesia.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk sebuah Perusahaan Terbatas Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) melalui Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri untuk merealisasikan import perdana sebanyak satu container cangkul yang ditunjukan untuk diperjual belikan di Indonesia. Menurut data yang diperoleh kebutuhan cangkul di Indonesia berkisar 40-50 kontainer perbulan.

Jika dilihat dalam kaca mata sejarah, sebagian besar penduduk Indonesia berkerja dalam bidang  pertanian, dan dari dulu belum pernah didapat informasi tentang kekurangan alat pertanian khususnya cangkul. Akan tetapi mengapa sekarang Indonesia bisa mengimport cangkul? Apakah cangkul produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuh pertanian nasioanal? dirasa produsen dalam negeri masih dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Ditambah lagi sekarang ini banyaknya lahan pertanian semakin menyempit karena telah tergusur oleh pembangunan-pembangunan yang dinilai dapat memberikan keuntungan lebih jika dibandingkan dengan tetap memanfaatkannya sebgai lahan pertanian. adanya import cangkul ini sebaiknya dapat menjadikan cambuk bagi Indonesia sendiri untuk meningkatkan produksi cangkul dalam negeri.

Dalam sisi lain adanya import cangkul dapat menjadi sebuah indikasi adanya usaha pihak asing yang ingin mempengaruhi kondisi Indonesia. Dengan adanya import cangkul ini akan membuat produsen-produsen dalam negeri akan terdesak dan akan berimbas dengan bangkrutnya produsen dalam negeri. Sehingga produk import tersebut akan mengambil alih seluruh alat pertanian sehingga Indonesia akan tergantung dengan Negara lain. Jika Negara pengimport alat pertanian ini menghentikan pengirimannya ke Indonesia maka sudah dapat dipastikan pertanian dalam negeri akan semakin memburuk.

Oleh karena itu perlunya memaksimalkan produksi-produksi dalam negeri dalam segala aspek untuk mencegah adanya ketergantungan terhadapat Negara lain yang akan berdampak kepada Negara Indonesia sendiri. [WSK]

TINGGALKAN BALASAN