Malam Refleksi Sumpah Pemuda oleh GMNI Manado

Malam Refleksi Sumpah Pemuda oleh GMNI

Manado, Semarak.news – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado melaksanakan orasi dan aksi teatrikal yang bertema “Malam Refleksi Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016” di Jl. Pierre Tendean. Aksi teatrikal yang dilaksanakan, menggambarkan penindasan kapitalisme terhadap kaum buruh, tani, nelayan, dan merusak generasi muda bangsa.

Pelaksanaan aksi unjuk tersebut ditujukan untuk merefleksikan hari sumpah pemuda yang dinilai tidak lagi menjadi sorotan khusus pemuda masa kini.  Oleh karena itu, d.   GMNI mengajak seluruh kaum muda dari tingkat fakultas, universitas, hingga kelompok-kelompok muda lainnya untuk membangun Republik Indonesia dimulai dari Kota Manado.

Kegiatan Teatrikal GMNI Manado di Jl. Pierre Tendean
Kegiatan Teatrikal GMNI Manado di Jl. Pierre Tendean

“Kami melaksanakan kegiatan Malam Refleksi Sumpah Pemuda karena fokus kepada isu-isu sosial yang sedang beredar saat ini.  Seperti dampak yang dibawa dari Pilkada DKI yang memberikan opini bahwa isu SARA merupakan hal yang penting dalam proses pemilihan. Namun menurut kami hal tersebut bukanlah hal yang penting, karena hanya digunakan untuk kepentingan politik belaka.” Ucap Safrin A. Titdoy, selaku Ketua GMNI Manado.

Selain terkait isu SARA yang sedang marak saat ini, GMNI juga mengharapkan agar pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Papua. “Papua adalah Indonesia dan mahasiswa Papua adalah saudara kita, oleh karena itu GMNI menginginkan agar isu pemisahan Papua ditanggapi dengan lebih serius lagi, karena bagi kami NKRI harga mati.” Ungkap Ketua GMNI Manado.

Dalam kegiatan tersebut terdapat juga 4 opini GMNI yang disarankan kepada pemerintah, antara lain pembubaran ormas-ormas yang anti pancasila, NKRI harga mati, mengakui bahwa Papua bagian dari Indonesia, dan mahasiswa Papua adalah saudara kita. (AH)

TINGGALKAN BALASAN