Aksi Unjuk Rasa Aliansi Makapetor Tuntut Percepatan Pembangunan Taman Wisata Religi di Lahan Eks Kampung Texas.

Massa Makapetor persiapan melakukan aksi unjuk rasa. [Foto: Fajar/Semarak.news]

Manado, Semarak.news – Aliansi Masyarakat Kawanua Peduli Toleransi (Makapetor) berunjuk rasa di depan Makapolresta Manado dengan membawa tuntutan yang sama dengan aksi sebelumnya yaitu, agar segera dibangun Taman Wisata Religi di lahan Eks Kampung Texas, Rabu (26/10). Massa yang berjumlah 300 orang mendatangi Mapolresta Manado dan langsung disambut oleh Kombes Pol Hisar Siallagan (Kapolresta Manado) serta aparat keamanan dari Polresta Manado yang langsung mengamankan akses menuju lahan Eks Kampung Texas.

“Terdapat 4 poin tuntutan Makapetor, diantaranya kembalikan lahan eks kampung texas ke peruntukan semua yaitu sebagai Taman Wisata Religi,  pemerintah kota agar melakukan percepatan pembangunan Taman Wisata Religi, menertibkan bangunan liar yang dibangun tanpa memiliki IMB di lahan eks Kampung Texas, menuntut agar Walikota Manado dapat hadir langsung untuk mendengan aspirasi massa aksi tanpa perwakilan” tangkas Wilmer Kumaunang dalam orasinya.

Wilmer Kumaunang sedang melakukan orasi didepan Makapolresta Manado. [Foto: Semarak.news]
Wilmer Kumaunang sedang melakukan orasi didepan Makapolresta Manado. [Foto: Semarak.news]
“Toleransi di Manado dinilai masih sangat kurang, karena pemimpin-pemimpin kota Manado menjalankan program-program yang tersistematis yang membunuh kearifan lokal, seperti monopoli perdagangan, mega proyek yang dikuasai dari luar.” Ujar salah satu massa dalam orasinya.

Kapolresta Manado. Komnbes Pol Hisar Siallagan menyambut massa di depan Makapolresta Manado. [Foto: Semarak.news]
Kapolresta Manado. Kombes Pol Hisar Siallagan menyambut massa di depan Makapolresta Manado. [Foto: Semarak.news]
“Saya akan membantu saudara-saudara sekalian untuk menyampaikan aspirasi yang disampaikan oleh saudara-saudara sekalian kepada Walikota Manado, sesuai dengan Undang-Undang no 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat dimuka umum termasuk yang sedang dilakukan oleh Makapetor untuk menyampaikan aspirasi.” Ujar Kapolresta Manado dalam menyambut massa Makapetor.

Unjuk rasa tersebut dilatar belakangi karena tuntutan Makapetor pada aksi unjuk rasa sebelumnya tahun 2015 hingga saat ini tidak dipenuhi sehingga pembangunan Taman Wisata Religi tersendat dan semakin banyaknya bangunan liar tanpa IMB yang berdiri di lahan Eks Kampung Texas.

Massa dalam aksinya merasa dikecewakan karena Walikota Manado yang tidak dapat hadir ditengah-tengah massa, sehingga massa mendesak untuk dapat memasuki lahan Eks Kampung Texas dan memasang spanduk di wilayah Eks Kampung Texas yang bertujuan memberi pemberitahuan bahwa akan dibangun Taman Wisata Religi di lahan tersebut.

Unjuk rasa berlangsung hingga jam 5 sore dan ditutup dengan doa bersama, selain itu Makapetor akan melakukan aksi serupa dengan tuntutan yang sama dan meminta agar Walikota Manado dapat hadir langsung tanpa perantara untuk mendengar aspirasi massa secara langsung. [MF]

 

TINGGALKAN BALASAN