Wacana Penghapusan Ujian Nasional

Foto: [merdeka.com]

Jakarta, Semarak.news – Wacana pemerintah tentang penghapusan ujian nasional merupakan terobosan baru. Pemerintah berencana akan menghapus pelaksanaan ujian nasional dibeberapa sekolah yang memiliki indeks nilai di atas rata-rata standar nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, pelaksanaan ujian nasional merupakan cara pemerintah untuk memetakan kemampuan sekolah-sekolah di seluruh wilayah Indonesia.  Setidaknya ada sekitar 30 persen sekolah di Indonesia telah memiliki nilai di atas rata-rata.

“Sudah ada 30 persen sekolah yang dari segi kualitas maupun skor akademik kan sudah di atas rata-rata nasional,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kantor Wapres, Selasa (25/10).

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat melihat sekolah mana yang sudah sesuai standar dan sekolah mana yang belum mencapai standar nasional. Bila masih ada sekolah yang belum sesuai standar maka pemerintah akan memberikan perhatian lebih untuk memperbaiki kualitas sekolah itu.

Peningkatan kualitas diberikan selama beberapa waktu yang kemudian akan diuji kembali. “Sudah tercapai belum. Kalau sudah tercapai, berapa yang sudah tercapai. Kalau belum, berapa yang belum. Nanti kita treatment lagi,” jelas Muhadjir Effendy.

Peningkatan kualitas diantaranya dengan pemenuhan kelengkapan alat penunjang akademik dan peningkatan kualitas guru disamping peningkatan kualitas sekolah itu sendiri.

Muhadjir mencontohkan apabila kekurangan terletak pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, maka segala hal yang berkaitan dengan pelajaran tersebut perlu ditingkatkan, semisal peningkatan kualitas laboratorium.

“Jadi kita betul-betul fokus dari masalah. Tapi kalau kita hanya melihat secara nasional, kita kan nggak bisa tahu dimana letak masalah yang standarnya masih lemah di mana, di kota mana, kita tidak bisa tahu,” lengkapnya. (SYN)

TINGGALKAN BALASAN