Mega Mendung, Sebuah World Premiere dari Fitri Setyaningsih

Penari dalam pementasan Mega Mendung [sumber: Komunitas Salihara]

Jakarta, Semarak.News – Salihara International Performing-Arts Festival (SIPFest) 2016 kembali bergulir pada akhir pekan kemarin. Kali ini penampil yang berkesempatan untuk menampilkan pertunjukannya adalah Fitri Setyaningsih. Bertempat di Teater Salihara, hampir satu jam penuh penampilan tari kontemporer karya salah satu koreografer tari tradisi asli Indonesia ini berhasil memukau penonton yang hadir memenuhi kursi teater.

SIPFest 2016 memang menjadi momen para seniman baik dari dalam maupun luar negeri untuk menampilkan karya terkininya. Begitu pula dengan Mega Mendung, karya Fitri Setyaningsih ini merupakan sebuah world premiere bagi dirinya. SIPFest dipilih menjadi momen yang tepat bagi Fitri untuk menunjukkan kepada khalayak terhadap karya terbarunya.

Mega Mendung adalah realisasi dari imajinasi Fitri Setyaningsih semasa kecil. Ketika itu ia berjumpa dengan seorang perempuan tua yang entah dari mana datangya. Perempuan tua berambut putih digelung rapi itu mengenakan kebaya berkain jarit. Mereka berdua, seolah dekat satu sama lain. Kemudian, perempuan itu berkata kepada Fitri bahwa kelak awan-awan akan membawanya ke langit. Kisah itu menjadi dongeng yang selalu terngiang di benak Fitri hingga kini.

Perjumapaannya dengan wayang beber dan motif batik asal Cirebon bernama mega mendung yang kemudian mendorongnya untuk menciptakan sebuah karya tari. Seperi halnya ide dasar koregrafi Fitri yang lain. Mega Mendung juga dirancang dari “bahasa tubuh” penari setelah mendapatkan sesuatu dari lingkungan sekitar. Dengan riset yang telah dilakukannya sejak 2014, Fitri menemukan berbagai hal yang akhirnya membuahkan karya yang sangat luar biasa.

Pentas yang dibawakan Fitri kali ini berbeda dengan pentas tari lainnya. Penonton sebelum memasuki Teater Salihara diberi masker dari pihak penyelenggara karena di dalam ruangan penuh akan debu-debu yang memang sengaja diberikan untuk mendukung pementasan.

Didukung dengan kualitas tata pencahayaan dan tata musik yang baik, pementasan ini berhasil membuat seluruh penonton yang memenuhi kursi Teater Salihara khidmat menikmati koreografi tari kontemporer ini.

Direncanakan Mega Mendung ini akan tampil pada Asian Culture Complex, Gwangju, Korea Selatan tahun depan. [DDK]

TINGGALKAN BALASAN