Boalemo, Pesona Budaya Daerah Multi Etnis

Boalemo, Pesona Budaya Daerah Multi Etnis

Mukuta dan Biliu, pakaian adat Gorontalo. [foto: Adat Tradisional]

Gorontalo, Semarak.news – Boalemo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo, yang merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Gorontalo pada tahun 1999. Letak Kabupaten Boalemo yang berhadapan langsung dengan Teluk Tomini, teluk terbesar di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa menjadikan Boalemo sebagai daerah yang kaya akan wisata terutama lautnya.

Keindahan Pantai Bolihutuo, Pulo Cinta, dan pusat terumbu karang dunia (coral triangle) merupakan beberapa wisata andalan Boalemo yang mungkin sudah tak asing di telinga traveller.

Namun terlepas dari potensi wisatanya, ternyata Kabupaten Boalemo juga mempunyai potensi budaya yang menarik. Berada di sisi utara Pulau Sulawesi masyarakat dengan latar belakang berbeda bersama-sama hidup rukun dan bersatu di daerah multi etnis ini. Lalu dari etnis mana saja masyarakat Boalemo berasal? Berikut ulasannya:

1. Etnis Gorontalo

Etnis Gorontalo adalah salah satu etnis yang ada di Provinsi Gorontalo. Masyarakat suku Gorontalo mayoritas adalah pemeluk agama agama Islam. Beberapa tradisi adat suku Gorontalo terlihat banyak mengandung unsur Islami, sisa-sisa corak keyakinan lokal masih bisa terasa dari kepercayaan sebagian kalangan terhadap mahluk-mahluk halus dan ritual-ritual upacara yang berbau adat. Dalam konsep masyarakat suku Gorontalo, adat dipandang sebagai suatu kehormatan (adab), norma, bahkan pedoman dalam pelaksanaan pemerintahan.

2. Etnis Minahasa

Etnis Minahasa merupakan keturunan dari Raja Ming dari tanah Tionghoa yang datang bermigrasi ke Minahasa. Etnis ini berada di Kecamatan Mananggu. Mereka pun sudah tinggal serumpun dengan masyarakat Gorontalo. Tari Maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa yang merupakan tari tontonan rakyat. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan setelah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.

3. Etnis Sangihe Talaud

Etnis Sangihe Talaud dapat dijumpai di Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu dengan jarak 33 kilometer atau 1 jam 55 menit dari pusat ibukota Boalemo. Meski jauh dari kampung halaman dan kini hidup di tanah rantau, dimana keberadaan etnis ini yakni pendatang dari Kepulauan Sangihe dan Talaud tetap menjalankan ritual adata Tulude, yaitu sebuah kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun nenek moyang mereka setiap tahunnya sebagai ekspresi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas perlindungan, limpahan rezeki dan kesehatan.

4. Etnis Bajo

Sebenarnya Suku Bajo menyebut dirinya sebagi Suku Samedan. Sedangkan nama Bajo sendiri diberikan oleh warga lain di sana, baik di Pulau Sulawesi maupun di luar Pulau Sulawesi. Etnis Bajo adalah Suku Same atau suku laut yang hingga sekarang masih memukimi berbagai wilayah nusantara, dimana ada tanjung maka disanalah Suku Bajo membangun kehidupan. Karena itu, mereka dikenal dengan suku nomaden laut. Pada Suku Bajo dikenal empat kelompok masyarakat menurut kebiasaan bernelayan, yakni kelompok Lilibu, Papongka, Sakai, dan Lame.

5. Etnis Lombok

Etnis Lombok atau Suku Sasak NTB adalah satu etnis yang mendiami wilayah di Kabupaten Boalemo. Etnis ini berada di utara wilayah Kabupaten Boalemo atau di Desa Dimito Kecamatan Wonosari, yang berjarak 42 kilometer dari pusat Ibukota Kabupaten Boalemo dengan jarak tempuh 2 jam menggunakan angkutan darat. Kedatangan etnis Lombok di Boalemo diawali pada tahun 1980, dimana sebagian masyarakat mengikuti program transmigrasi.

6. Etnis Bali

Etnis Bali juga menjadi salah satu etnis yang ada di Kabupaten Boalemo. Etnis ini bermukim di Desa Tri Rukun, Kecamatan Wonosari, dengan jarak 45 kilometer dari Ibukota Kabupaten Boalemo. Disana, etnis Bali sangat terkenal dengan keragaman budaya seperti seni tari, seni pertunjukan, dan seni ukir.

7. Etnis Jawa

Etnis Jawa berada di sebelah timur Kab. Boalemo tepatnya di Kecamatan Wonosari. Etnis ini telah mendiami Boalemo selama puluhan tahun. Dalam setiap pagelaran festival budaya di Boalemo, etnis Jawa kerap kali menampilkan kesenian Reog Jawa yang menarik perhatian wisatawan.

8. Etnis Jawa Tondano

Etnis Jawa Tondano atau disebut juga etnis Jaton, merupakan kelompok etnis yang berada di Desa Salilama dan Desa Rojonegoro Kabupaten Boalemo. Sebenarnya etnis Jawa Tondano adalah percampuran etnis Jawa, Sumatera, Banjar, Arab, dan Minahasa. Etnis ini mempunyai perkampungan yang bernama kampung Jawa Tondano.

9. Etnis Arab-Indonesia

Etnis Arab-Indonesia adalah penduduk yang memiliki keturunan etnis Arab dan etnis pribumi. Etnis ini terbilang etnis tua di Boalemo, yang pada mulanya mereka datang untuk berdakwah dan berdagang. Biasanya etnis Arab-Indonesia tinggal di beberapa Kampung Arab yang ada di Kabupaten Boalemo.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN