Rp 42,49 Miliar Dana Anggran Program Indonesia Pintar (PIP) Telah Tersalurkan

(sumber : pipsmk.ditpsmk.net)

Jakarta, Semarak.News–   Sebanyak Rp 42,29 miliar dana anggaran Progam Indonesia pintar telah tersalurkan dari Rp 159,92 miliar yang telah dianggarkan Kementrian agama, dikutip dari compas.com

 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Mohsen mengatakan bahwa sebanyak 55.689 santri sudah menerima penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP).

 

Mohsen menambahkan bahwa saat ini pihaknya terus memperbarui informasi penyaluran anggaran PIP untuk santri Pondok Pesantren. Sebab, sebagian anggaran berada di Kanwil Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Menurut Mohsen, penerima PIP merupakan para santri yang telah memenuhi kriteria. Antara lain, penerima merupakan santri pondok pesantren, tidak sedang mengikuti pendidikan formal, dan berasal dari keluarga miskin.

Program PIP ini disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), penyaluran PIP melalui KIP tidak hanya dilakukan oleh Kementrian Agama, namun juga dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, penerima PIP melalui KIP antara lain berasal dari keluarga miskin dan rentan (misalnya dari keluarga/rumah tangga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/KKS) atau anak yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Adapun kriteria Penerima PIP melalui KIP antara lain :

  1. Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014.
  2. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkansebagai Penerima bantuan BSM.
  3. Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  4. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial.
  5. /Anak/santri usia 6-21 tahun dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur usulan Madrasah.
  6. Siswa Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam.
  7. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.

Dari kriteria tersebut, adapun yang menjadi tanggung jawab dari Kementrian Agama adalah siswa sekolah keagamaan Kristen dan katolik, santri dari pondok pesantren dan pendidikan non formal sejenis lainnya.[jaz]

TINGGALKAN BALASAN