ICMI: Awas Kasus Ahok Mulai Direduksi !

[Sumber: Daus.Photo], Suasana Diskusi ICMI Sumsel

Palembang, Semarak.News-  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumatera Selatan, putuskan jika penyataan Basuki Tjahaya Purnama di kepualauan seribu dalam prespektif hukum ialah murni tindak pidana penistaan agama, diungkap saat berjalannya Diskusi Bidang Hukum Dan HAM Oleh ICMI Orwil Sumsel terkait Penistaan Al-Quran Dalam Perspektif Hukum Pidana Di Indonesia. Kemarin (21/10).

Dewan Pakar ICMI Sumsel, H. Bambang Hariyanto, SH., MH, mengatakan bahwa dalam prespektif hukum pernyataan Ahok, telah memenuhi persyaratan sebagai kategori tindak pidana tentang penistaan agama.  “ Sudah jelas itu murni penistaan agama, pun juga sudah ada beberapa point yang menunjukan itu tindak pidana, karena dengan sengaja menebarkan kebencian, menghina Al-quran, menyebabkan keresahan dalam kerukunan beragama serta menimbulkan aksi dan reaksi negatif terhadap Ahok oleh beberapa kalangan masyarakat.” Ungkap narasumber saat diskusi.

Dalam diskusi itu, Bambang juga menyampaikan beberapa pasal yang dapat menggiring Ahok dipidanakan. “ Ahok itu dapat dijerat dengan beberapa peraturan, antara lain UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama; KUHP Pasal 156a, 156, dan 157; RUU KUHP di dalam Pasal 342-349 dan peraturan lain yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga seperti MUI, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kejaksaan Agung baik di tingkat pusat maupun didaerah.” Jelasnya.

Bambang merasa pemberitaan di media beberapa waktu ini tentang Kasus Ahok mulai bergeser ke fokus yang berbeda, “Terlihat sekali, permasalahan Ahok sudah mulai direduksi, pemberitaan semakin bergeser melalui beberapa media yang mencoba menghilangkan masalah tersebut dengan isu-isu lain seperti pengerusakan bunga akibat unjuk rasa bahkan ada yang menyalahkan MUI yang telah masuk dalam ranah politik.” Tinjaunya.

Senada dengan pernyataan tersebut, Wakil Dewan Pakar ICMI Sumsel, Umar Said juga mengatakan bahwa apabila suatu kebenaran tidak terorganisir maka akan dikalahkan dengan kebhatilan yg terorganisir. “ Sama halnya dengan kasus Ahok yang apabila tidak diselesaikan dengan baik dan berdasar maka kebenaran tersebut akan hilang dengan sendirinya.” Terangnya.

Umar juga menyindir pembelaan Nusron Wahid terhadap Ahok merupakan tindakan yang kurang tepat, “ Apa yang dikatakan si Nusron itu ya merupakan prasangka pribadinya, mencoba dan berusaha meyakinkan masyarakat jika yang mengetahui maksud dan tujuan pernyataan Ahok ialah Ahok sendiri, sedangkan dalam Alquran dinyatakan bahwa prasangka tidak bisa menghapus fakta yang terjadi.” Ujar Lelaki yang juga menjambat sebagai Ketua FUI Sumsel tersebut.(FIR)

TINGGALKAN BALASAN