Konferesi Pers KORAK : Drop Out Massal 22 Mahasiswa

Medan – Semarak.News – “Pemberhentian sepihak oleh rektorat kampus adalah pembungkaman demokrasi. Pembubaran paksa massa tanpa alasan adalah bentuk begitu represifnya kampus terhadap mahasiswa” ujar Koordinator Koalisi Anti Kriminalisasi (KORAK) Sumut, Gumilar Aditya Nugroho (Agum) pada konferensi pers yang diselenggarakan di Sekretariat KontraS Sumuatera Utara, Kamis (20/10/2016), di Jl. Brigjen Katamso, Gg. Bunga No.2A, Medan.

Konferensi pers yang dihadiri oleh para wartawan serta aktivis organisasi kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) ini membahas tentang drop out (D.O.) massal yang dialami oleh 21 orang mahasiswa UMSU dan seorang mahasiswa jurusan Ilmu Geologi Unimed.

Penyebab dari di D.O.-nya 21 mahasiswa UMSU sendiri adalah demonstrasi yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut oleh mahasiswa. “Itu kami sudah demo tiga hari berturut-turut karena minta klarifikasi soal penghancuran pondok-pondok tempat kami berdiskusi”, kata M. Ashari, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dalam konferensi pers tersebut.

Kedua puluh satu mahasiswa UMSU di-D.O. akibat aksi demo yang dilakukan pada Kamis (13/10) lalu menuntut klarifikasi pembongkaran fasilitas kampus serta kelancaran kegiatan berorganisasi di kampus. Tindakan represif dari pihak keamanan kampus yang menyemprotkan racun api saat massa melakukan aksi bakar ban kemudian berujung bentrok. “Di situ, satpam menyemprot muka kami pakai racun api. Makannya di situ langsung bentrok. Beberapa kawan kami juga langsung dikriminalisasi oleh satpam”, jelas M. Ashari.

“Kami akan menyurati rector UMSU agar mencabut SK D.O. yang telah dikeluarkan. Kami akan mendampingi rekan-rekan mahasiswa yang terkena D.O.”, kata Agum.

Melihat kasus ini, KORAK akan segera mengadakan konsolidasi dengan kampus di seluruh Kota Medan untuk melakukan diskusi terkait permasalahan yang menimpa 22 mahasiswa ini. Selain itu, KORAK juga berencana mengadakan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan seluruh organisasi kemahasiswaan di Kota Medan.

Akibat D.O, yang diterima 22 mahasiswa ini, salah satu orang tua mahasiswa jatuh sakit dan satu orang mahasiswa mengalami drop yang menyebabkannya harus di opname di rumah sakit. (FZ)

 

TINGGALKAN BALASAN