Awasi Balita Anda, Hindari Gizi Ganda!!!

[Sumber: Daus.Photo], Sosialisasi Gizi Ganda

Palembang, Semarak.News- Status Gizi di Indonesia mengalami banyak perkembangan, diantaranya kekurangan vitamin A dan gangguan akibat kurang Yodium yang telah dapat dikendalikan, selanjutnya berkembang menjadi permasalahan Stunting dan Gizi Kurang Anemia yang statusnya hingga kini masih belum dapat terselesaikan, dan masalah baru yang lagi tren di Indonesia ialah Gizi Lebih atau ganda yang dapat mengancam masyarakat baik segi kesehatan maupun penampilan.

Dinas Kesehatan Kota Palembang tak mau hanya berdiam dalam menghadapi datangnya tren tersebut, pihaknya mengambil langkah dengan mengadakan Sosialisasi Penanggulangan Masalah Gizi Ganda (Gizi Kurang dan Gizi Lebih) Dengan Pedoman Gizi Seimbang di Kota Palembang. Kemarin(18/10)

Sosialisasi diawali dengan pembentukan pengurus DPC PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) Kota Palembang oleh Ketua DPD PERSAGI Sumsel, dengan susunan pengurus DPC PERSAGI Kota Palembang periode 2016-2020, Arpansah SKM, M.Si sebagai Ketua Umum,  Hendri Cahyono SKM (Wakil Ketua Umum), Eni Yusinta (Sekertaris 1), Nurlaili (Sekertaris 2) dan Yuni Nurita (Bendahara). Kemudian, acara dilanjutkan dengan paparan narasumber.

dr. H. Alfarobi, M.Kes selaku narasumber dalam sosialisasi ini mengatakan, “Selama lima tahun terakhir, angka proporsi obesitas terus meningkat, termasuk penyakit metabolik dan degeneratif yang menyertainya.” Kabid Jaminan dan Sarana Kesehatan, Diskes Kota Palembang ini juga memaparkan data serangan Gizi Ganda pada balita di Kota Palembang.

“Masalah Gizi di Kota Palembang pada perhitungan tahun 2015 khususnya pada balita menunjukan angka status kurus (1 %), gemuk (1,40%), pendek (3,00%), dan Keptotal (2,00%), hal ini jika tidak ditanggulangi maka Kota Palembang akan melahirkan generasi penerus yang kurang ideal, baik kesehatan maupun penampilannya.” Paparnya.

Sementara narasumber berikutnya, Dr. Dedy Zulkarnain dalam paparannya mengatakan, “Faktor yang mempengaruhi obesitas antara lain genetik, fisiologi, sosial ekonomi dan kebiasaan serta psikologi.” Dalam mengatasi permasalahan obesitas atau gizi lebih, semua komponen memiliki peran dalam pencegahan ataupun penyembuhan.

“Siapa yang berperan? Ada tiga pihak yaitu diri sendiri (kesadaran diri dalam menjaga gizi), orang –orang terdekat baik orangtua, guru dan teman (mengingatkan dan mengajak untuk hidup sehat dengan gizi seimbang), serta peran lingkungan dimana tempat yang ditinggali juga harus bersih agar menjadi terbiasa untuk hidup bersih dan sehat.” Lengkapnya.(FIR)

TINGGALKAN BALASAN