Kunjungan Kepala BNN Untuk Gerakan Kalteng Bersinar

Gerakan Serentak Kalteng Bersinar yang dihadiri oleh Budi Waseso Kepala BNN [FA/SN]

Palangka Raya, Semarak.News – Kasus narkoba di Indonesia menjadi persoalan serius yang menjadi perhatian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Persoalan narkoba menjadi tugas rumah bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk segera dituntaskan sebelum habis masa jabatannya pada 2019 mendatang.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi yang sangat rawan penyebaran narkoba dan berdasarkan keterangan dari Brigjen Pol Fachrizal  yang merupakan Kapolda Kalteng, tercatat sudah 505 kasus narkoba yang ditangani oleh Polda Kalteng.

“Sepanjang Januari-Oktober 2016, Polda Kalteng telah menangani kasus narkoba sebanyak 505 kasus,” ujar Fachrizal.

(18/10) Selama 3 hari kedepan, Kepala BNN, Komjen Pol Drs Budi Waseso melakukan kunjungan ke Palangka Raya untuk menyemarakkan program “Gerakan Serentak Kalteng Bersih dari Narkoba (Bersinar)” yang merupakan program Sugianto Sabran, gubernur Kalteng.

Bertempat di Aula Jayang Tingan kantor pemprov. Kalteng, sekitar 500 orang menghadiri kegiatan yang dipimpin oleh Kepala BNN Budi Waseso.

“Distribusi narkoba yang masuk ke Prov. Kalteng berasal dari Prov. Kalbar, Prov. Kaltim dan Prov. Kalsel,” tegas Budi Waseso.

“Distribusi narkoba luar negeri seluruhnya akan berakhir di Indonesia dan jalur narkoba dapat berasal dari Tiongkok, Singapura-Malaysia, Australia, Timur Tengah dan Afrika,” lanjutnya.

Menurut informasi Kapolda, sabu baru yang beredar di Indonesia adalah jenis sabu baru dari Jerman.

“Kedepannya, saya akan mengajukan revisi UU Narkotika agar tidak tidak ada celah lagi bagi narkoba untuk masuk ke Indonesia,” tegas Budi Waseso.

terkait kebijakan gubernur Kalteng yang mengharuskan aparat untuk tembak di tempat pelaku narkoba, Budi Waseso secara penuh mendukung.

“saya mendukung karena sudah jelas pengguna narkoba adalah suatu kesalahan dan dia pun melawan atau berontak kepada aparat, kalau dia tidak salah dia tidak akan kabur,” ujarnya.

Selain itu, Budi Waseso juga akan memberikan ijin bagi anggota BNN yang sudah lulus verifikasi untuk menggunakan senjata api ketika bertugas di lapangan.

Gubernur Kalteng pun memberikan pernyataan bahwa narkoba adalah sesuatu yang sangat dibencinya karena narkoba merusak masa depan generasi muda bangsa.

Menjelang akhir acara, diadakan tanda tangan bersama di atas spanduk “Gerakan Kalteng Bersih Dari Narkoba” yang diikuti oleh seluruh pimpinan yang hadir termasuk Budi Waseso dan Sugianto Sabran. (FA)

TINGGALKAN BALASAN