Kecam Ahok!!! Ormas Islam Sumsel Padati DPRD Provinsi

[Sumber: DausPhoto], Persiapan Longmarch GUI Bundaran Air Mancur- DPRD Prov Sumsel

Palembang, Semarak.News-  Seruan kecaman untuk Ahok, Gerakan Umat Islam lakukan longmarch dari Bundaran Air Mancur hingga DPRD Provinsi. “Kalu di Bali tersangka penista agama di hukum, Ngapo Ahok idak dihukum padahal sudah jelas nistokan Islam dan nodai Al-Qur’an, Hinoken ulama dan lecehkan ummat. Ado siapo banckingi dan nyentengi ahok??” salah satu spanduk yang seakan, membakar semangat massa dalam tuntutannya, Jum’at (14/10).

Sekitar 1500 orang dari gabungan ormas islam sumsel melakukan aksi demo di DPRD Provinsi dengan tema, “Gerakan Umat Islam Sumsel Bersama kita kawal fatwa MUI, menuntut Pecat dan Pidanakan AHOK”. Massa tersebut membawa tiga tuntutan kepada Pemerintah Sumsel terhadap pernyataan Ahok tentang surat Al- Maidah ayat 51 yang dianggap telah menistakan agama islam dan menodai Al-qur’an.

Adapun tiga tuntutan GUI Sumsel antara lain:

  1. Mendukung dan mengawal pendapat dan sikap keagamaan MUI, yang menilai pernyataan Ahok yang telah menghina Al-Quran dan atau menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.
  2. Menuntut Kapolri untuk segera memenjarakan Ahok karena telah segera sengaja melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran Islam, serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.
  3. Mendesak Presiden Republik Indonesia, melalui Menteri Dalam Negeri untuk memberhentikan secara tidak hormat Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, karena sebagai Kepala Daerah, yang bersangkutan telah melanggar sumpah/janji untuk memegang teguh UUD 1995 sebagaimana diatur dalam UU nomer 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 61 ayat 2, gagal menjalankan tugas memlihara ketentraman dan ketertiban masyarakat (Pasal 65 ayat 1), dn tidak mengamalkan Pancasila & UUD 1995 (Pasal 67.)

Sementara itu, Habib Mahdi selaku kordinator aksi dalam orasinya menyerukan, “Disini, umat islam bergabung untuk mengawal fatwa MUI, dan untuk menuntut supaya pecat dan pidanakan AHOK yang telah menistakan agama islam dan melecehkan ummat serta menodai Al-qur’an”. Dalam aksi ini massa gabungan juga mempertanyakan kepada pihak kepolisian terkait penyataan bahwa calon gubernur tidak dapat diusut.

“Apabila polisi tidak segera menangani kasus ini dengan alasan Ahok adalah bakal calon Gubernur DKI Jakarta, kami umat islam sendiri yang akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan cara kami, polisi jangan sampai mau dibodohi oleh pihak yang bersalah”. Serunya

Aksi gabungan ini diterima oleh pihak DPRD Sumsel yang diwakili oleh Chairul S Matdiah, Wakil Ketua DPRD Sumsel Fraksi Demokrat, yang mengatakan bahwa Kasus Ahok sudah ditindaklanjuti, dilaporkan dan akan segera diselesaikan karena tuntutan dengan berdasarkan pasal yang sudah jelas, sehingga masyarakat harus mempercayakan kepada pihak Kepolisian agar berjalan sesuai hukum yang berlaku.

“DPRD Provinsi akan selalu menyampaikan aspirasi masyarakat dengan tetap menghormati hukum dan ketentuan yang berlaku, namun apabila permintaan tidak dipenuhi oleh Kapolri secara hukum, maka anggota DPRD Provinsi akan ikut melakukan aksi tuntutan bersama rakyat untuk menyampaikan aspirasi rakyat Sumatera Selatan.” Tegasnya. (FIR)

TINGGALKAN BALASAN