Buruh Tuntut Kenaikan UMP Hampir di Setiap Akhir Tahun

demo buruh tuntut kenaikan UMP ditahun 2014, sumber : [Merdeka.com]

Jakarta, Semarak.News- Beberapa minggu terkhir,menjelang taggal ditetapkannya UMP 2017, buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Jakarta, menuntut untuk kenaikan UMP, dimulai dari tuntutan, demo, hingga ancaman aksi mogok kerja yang disertai dengan pemblokiran lokasi industri, pelabuhan, hingga bandara.

Tuntutan buruh ini hampir setiap akhir tahun terjadi, menjelang akhir tahun buruh menuntut untuk dinaikannya UMP, dengan alasan harus menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan lajur inflasi, meningkatnya kebutuhan adalah salah satu faktor utama, tidak dipungkiri kemajuan jaman menyebaban tingkat kebutuhan meningkat, meningkatnya tingkat kebutuhan akan menaikan harga barang di pasar.

Namun jika gaji buruh dinaikan apakah akan menjadi solusi?

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan” tuntutan buruh untuk menetapkan UMP sebesar Rp 3,8 per bulan akan memberikan imbas buruk kepada banyak hal”. Jika gaji buruh dinaikan, belum tentu semua perusahaaan mampu membayar gaji pegawai sesuai UMP yang telah ditetapkan, maka akan teradi pengurangan pegawai, terjadi pengurangan pegawai akan berimbas pada mogok kerja lagi untuk mendapat keadilan, jika mogok kerja maka produksi juga terhambat, maka dampak negatif dari kenaikan UMP bisa berimbas kepada pekerja, pengusaha, bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apakah ditidak naikan akan menjadi solusinya?

Tidak juga, ada benarnya diperlukan kenaikan penetapan UMP, dikarenakn kebutuhan pertahun hampir setiap orang diatas dunia ini bertambah, namun perlu dipertimbangkan kembali jumlahnya, jika memang pengusaha mampu memberikan gaji sebesar Rp 3,8 akan lebih baik jumalah gaji tersebut dikurangi dan dilakukan penambahan pekerja, megingat masih banyaknya penganguran di Indonesia, kususnya Jakarta.[JAZ]

TINGGALKAN BALASAN