Dampak Kekeringan, Stok Pupuk Bersubsidi Menumpuk

Kekeringan yang disebabkan oleh angin elnino dan menyebabkan kurangnya produksi pertanian masyarakat NTT. Sumber: beritasatu.com

Kupang, Semarak.news – Letak Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa mengakibatkan cuaca yang dimiliki oleh negara ini suit untuk diprediksi. Selain itu, Indonesia yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia juga menyebabkan tidak stabilnya pergantian musim di Indonesia. Seperti tahun ini Indonesia bagian selatan khatulistiwa terutama provinsi yang berdekatan dengan Benua Australia, telah mengalami musim kemarau yang berkepanjangan. Salah satu provinsi yang mengalami musim kemarau berkepanjagan ini adalah NTT.

Kekeringan yang terjadi di Provinsi NTT terutama di daerah Kupang berdampak kepada sulitnya para petani untuk mendapatkan keuntungan. Menurunnya hasil panen yang disebabkan oleh kekeringan berdampak juga kepada penumpukan pupuk yang terjadi di gudang penyimpanan.

Seperti yang dikatakan oleh pimpinan Kepala Kantor Cabang Pemasaran Pupuk Kaltim NTT, Istadi yang ditemui di kantornya. Menurutnya penumpukan terjadi dikarenakan musim kemarau sehingga penyerapan yang dilakukan petani menurun.

“Tahun ini perusahaan kami memberikan kuota kepada para petani sebanyak 23,500 ton untuk Provinsi NTT. Namun, dikarenakan di Provinsi NTT telah terjadi musim kemarau panjang maka pembelian pupuk yang dilakukan oleh petani pun menurun untuk menghindari kerugian di pihak petani,” kata Istadi.

Namun, dengan adanya penumpukan tersebut maka laporan yang mengatakan saat ini pupuk sulit untuk ditemukan adalah hal yang tidak akan mungkin terjadi. Para petani tidak perlu khawatir karena pihaknya yakin stok di gudang akan mencukupi kebutuhan para petani.

“Distribusi kepada para petani tidak akan ada hambatan, jadi kalo petani tidak bisa menemukan pupuk di pengecer, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Kan pupuknya sekarang banyak berada di gudang.”

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Gudang Penyimpanan PT. Pupuk Kaltim (Yosef Un) mengatakan bahwa memang saat ini terdapat penumpukan pupuk bersubsidi.

“Saat ini, untuk pupuk bersubsidi penyerapan kepada para petani memang sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari kapasitas gudang kami yang dipenuhi oleh pupuk yang belum diambil oleh apra distributor dan pengecer,” ujarnya di kantor pengelola.

Terjadinya cuaca yang ekstrim dan tidak menentu memang menjadi hambatan bagi para petani, pengecer dan distributor. Setiap tahunnya cuaca yang dihadapi oleh para petani, distributor dan produsen pupuk tidak akan sama dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh pihak mengharapkan kekeringan ini berakhir agar penumpukan pupuk dan pemotongan kuota pupuk kepada para petani tidak akan terjadi. (GS)

TINGGALKAN BALASAN