Tiongkok Akan “PHK” 300.000 Prajurit

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden RRC Xi Jinping, dan dua orang Mantan Presiden RRC Jiang Zemin Hu Jintao memimpin parade militer besar-besaran PLA tahun 2015 (Sumber: Grek Baker/AFP/Getty Images)

Beijing, Semarak.news – Sekitar 1.000 veteran Angkatan Bersenjata Cina (People’s Liberation Army/PLA) melakukan aksi protes didepan kementrian pertahanan Rabu (12/10/2016) lalu.

Aksi protes tersebut menuntut pemerintah untuk memberikan penghidupan yang lebih layak. Serta memprotes rencana Presiden Xi Jinping untuk menurangi 300.000 personel militer.

Seperti dilansir Aljazeera, Presiden Xi Jinping mengumumkan akan memoderinsasi PLA dengan mengurangi 300.000 perosnel. Sehingga anggaran untuk gaji dapat dialihkan untuk modernisasi persenjataan.

Menurut beberapa ahli, PLA akan berkonsentrasi pada pembangunan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk memperkuat klaimnya atas Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur. Konsentrasi utama PLA adalah pembangunan kapal induk.

Para ahli juga menilai, aksi protes anggota militer tersebut merupakan tamparan keras bagi negeri yang dikuasai Partai Komunis Cina itu. Sebab selama ini, PLA merupakan elemen yang dianggap hanya loyal terhadap partai bukan pada rakyat.

Saat ini, militer Cina/PLA merupakan angkatan bersenjata terbesar di dunia, dengan jumlah personel mencapai 2,3 juta prajurit. Menurut perncana Presiden Xi Jinping, jumlah tersebut akan dikurangi menjadi 2 juta prajurit saja pada 2017 mendatang. (wah).

TINGGALKAN BALASAN