Perempuan Juga Harus Bisa Bela Diri

Aqila dalam ajang South Jakarta Fighting Champion [sumber: Semarak.News]

Jakarta, Semarak.News – Dunia perempuan dikenal menjadi dunia yang penuh dengan kelembutan, perempuan dinilai cenderung tidak menyukai kekerasan-kekerasan. Stigma yang sudah ada sejak lama di masyarakat, khususnya di Indonesia, menyebabkan perempuan-perempuan Indonesia hanya melulu mengurus masalah kecantikan, dapur dan urusan feminim lainnya. Pengaruh keluarga, pergaulan dan lingkungan biasanya menjadi faktor penentu dalam perkembangan seorang anak. Orangtua yang masih termakan stigma tersebut cenderung akan mengarahkan putrinya untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan feminim saja, karena hal itulah yang dianggap penting.

Banyak seni bela diri yang berkembang di negeri ini, baik yang asli lahir dari bangsa Indonesia sendiri maupun seni bela diri dari negara lain. Sudah banyak ditemukan perguruan-perguruan bela diri di sekitar masyarakat. Karate, taekwondo, judo dan beragam seni bela diri lain menjadi contoh menjamurnya perguruan bela diri asing yang ada di Indonesia. Sementara itu padepokan-padepokan silat dari berbagai aliran pun juga banyak ditemukan di tiap-tiap daerah.  Bahkan kini bela diri sudah menjadi trend dan lifestyle bagi beberapa kalangan.

Dalam ajang South Jakarta Fighting Champion kemarin memperlihatkan bagaimana stigma-stigma yang mengatakan bahwa dunia bela diri adalah dunia “lelaki” mulai terkikis seiring perkembangan zaman. Banyak pesilat-pesilat Perisai Diri putri ikut bertarung dalam event ini. Mulai dari kelas usia dini hingga dewasa mereka tampak bersemangat untuk meraih medali. Hal ini menunjukan bahwa seni bela diri pun mulai dicintai oleh kaum hawa.

(Baca juga: Memperkuat Ikatan Kekeluargaan Perisai Diri Lewat South Jakarta Fighting Champion )

Salah satu pesilat yang ikut bertarung dalam turnamen tersebut adalah Aqila Carinda. Pesilat putri dari kontingen SMA N 78 Jakarta ini mengikuti perlombaan yang diadakan dua hari penuh kemarin. Bahkan Aqila tidak hanya tampil dalam satu lomba, namun tiga jenis lomba ia ikuti.

Aqilla saat menunjukan ketrampilan bersenjata [sumber: Semarak.Nes]
Aqila saat menunjukan ketrampilan bersenjata [sumber: Semarak.Nes]

Bagi Aqila menekuni seni bela diri Perisai Diri adalah panggilan hati, bukan dari paksaan atau tekanan dari orang lain. Ia sendiri yang memutuskan untuk mengikuti salah satu aliran silat ini semenjak kelas X. Bahkan dari keluarganya sendiri pun tidak ada yang berlatar belakang mendalami seni bela diri. “Karena bisa silat kan keren”, begitulah jawaban singkatnya ketika ditanyai mengapa ingin menekuni dunia silat. Baginya perempuan pun wajib untuk dapat menjaga dirinya sendiri.

Adanya program ekstrakurikuler Perisai Diri yang ada di sekolah membuatnya tertarik untuk menekuni dunia persilatan. Terhitung sudah hampir setahun dirinya berlatih dan menekuni seni bela diri ini dan kini ia telah mencapai Tingkat Calon Keluarga yang ditandai dengan “sabuk” berwarna merah.

Untuk menghadapi event ini, ia mempersiapkan diri selama kurang lebih dua bulan. Dengan latihan yang rutin diadakan dua kali dalam seminggu, kontingen SMA N 78 terlihat cukup menunjukan tajinya diantara kontingen-kontingen lain. “Anak-anak 78” ini adalah hasil didikan dari Mas Heri, seorang pelatih yang cukup dikenal di dunia persilatan Indonesia.

Ajang ini menjadi ajang pertama Aqila untuk menunjukkan kemampuannya. Meskipun demikian, ia nampak sangat siap dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Dengan matang dia memperlihatkan teknik gerakan dalam Perisai Diri. Sebagai seorang perempuan, Aqila pun tidak melupakan kodratnya, dari pengakuannya meskipun ia menekuni dunia silat yang cenderung dianggap sebagai dunia “lelaki” ia tetap berupaya untuk menyiapkan dirinya menjadi seorang perempuan yang sesungguhnya.

Perjuangan pesilat anggun ini akhirnya membuahkan hasil. Dari ketiga lomba yang ia ikuti, ketiganya berhasil menyabet medali. Dua medali emas dalam lomba serang hindar bebas putri dan serang hindar berpasangan putri serta medai perunggu dalam lomba beregu teknik kombinasi senjata putri. Hebat bukan? [DDK]

TINGGALKAN BALASAN