Selebgram akan Dikenai Pajak

Jakarta, Semarak.news – Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan penambahan penerimaan pajak untuk menutup defisit fiskal di tahun anggaran 2016.

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kemenkeu Yon Arsal mengatakan memiliki strategi baru untuk menggenjot penerimaan negara. Yang dilakukannya adalah dengan menarik pajak dari selegram yang eksis di internet. Strategi ini direncanakan dapat meraup penerimaan pajak sebesar 1,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp15,6 triliun.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (11/10) “pasar online, transaksi harian dan para peng-endorse mereka adalah subyek pajak, oleh karena itu apabila mereka punya pemasukan, harus dilaporkan” ujar Yon.

Yon menambahkan, pihaknya sedang mendalami kajian dan diskusi untuk memberi masukan serta memutuskan bagaimana pemerintah dapat melaksanakan kebijakan ini secara efektif. Kantor pajak menargetkan penerimaan pajak dari bisnis online sebesar Rp10-15 triliun.

Saat ini, bisnis online yang dikenai pajak hanyalah bisnis online yang memiliki penerimaan sebesar Rp4,8 miliar pertahun. Kementerian Keuangan juga meminta Kominfo untuk mendata jaringan bisnis online dan transaksi yang terjadi selama ini. Data tersebut akan digunakan untuk merapkan kebijakan pajak bagi pelaku bisnis online. [MI]

TINGGALKAN BALASAN