Ormas Surabaya Laporkan Ahok Ke Polda Jatim

Aksi Pelaporan Ahok Ke Polda Jatim

Surabaya, Semarak.news – Ratusan massa yang terdiri dari  FPI (Front Pembela Islam), Front Pancasila, LPI (Laksar Pembela Islam), Muhammadiyah, FKPPI, Yayasan Al Kalam dan Patriot Garuda hari ini melaporkan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama ke Polda Jawa Timur, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 116, Surabaya. (11/10)

Dengan membawa bendera masing-masing ormas, massa berkumpul di depan Polda Jatim sambil menyerukan orasi “Segera…. Tangkap AHOKK!!”. Pelaporan atas sikap Ahok yang telah melakukan penghinaan dan/atau penistaan mengenai Surat Al Maidah 51 diwakili oleh Arukat selaku Ketua Front Pancasila, KH Choirudin Hilmi perwakilan dari FPI, Malik perwakilan dari Muhammadiyah, dan Yahya (Perwakila Al Kalam untuk menandatangani pelaporan tersebut.

“Meskipun sudah ada pelaporan mengenai kasus penistaan Ahok di daerah lain, pelaporan hari ini tetap dilakukan karena masyarakat Jawa Timur merasa terhina dengan sikap Ahok yang melakukan penistaan dan sangat bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia” ujar Arukat.

Tidak hanya umat islam saja tetapi pihak agama lain juga merasa tidak nyaman dengan sikap Ahok, hal ini disampaikan oleh ketua BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) yang kecewa dengan perbuatan ahok.

“Kalo Porli tidak segera menangkap Ahok, dikhawatirkan akan adanya gerakan-gerakan perlawanan oleh masyarakat,  karena hal ini bukan dilihat dari agama yang diyakini Ahok melainkan pelecehan yang telah dilakukan dengan berkata membodohi melalui Surah Al Maidah ayat 51” tambah KH Choirudin Hilmi.

Usai perwakilan dari Kantor Polda Jatim, setiap massa dari perwakilan Ormas menyampaikan orasi yang intinya tuntutan agar Ahok segera ditangkap karena sudah melakukan penistaan terhadap agama islam yang jelas-jelas hal ini tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia, sehingga mengganggu kedamaian dan ketertiban di seluruh wilayah tanah air.

Seusai Aksi di depan Polda selesai dengan tertib, massa mulai bergeser menggunakan kendaraan masing-nasing menuju kantor Metro TV dan Kompas TV dengan kawalan polisi dengan tujuan agar aksi yang mereka lakukan disiarkan ditelevisi, namun sempat mendapat pertentangan dari media tersebut.(RAP)

Perwakilan Front Pancasila, FPI, dan Muhammadiyah
Perwakilan Front Pancasila, FPI, dan Muhammadiyah

 

TINGGALKAN BALASAN