Relawan Berani Mati Deklarasikan Dirinya di MUI

JAKARTA, Semarak.news – Mengatasnamakan Pasukan Relawan Berani Mati dan  Front Pemuda Islam Indonesia menyambangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016). Mereka meminta MUI Pusat membantu mengawal proses hukum terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Ahok yang diduga melakukan penistaan terhadap Alquran.

Gusrin Lessy, Koordinator Pusat Relawan Berani Mati Front Pemuda Islam Indonesia mengatakan, kasus dugaan penistaan Alquran oleh Ahok harus segera diproses secara hukum.

“Apabila hukum tidak ditegakkan dalam permasalahan ini, maka jangan salahkan kami. Kami siap mengorbankan jiwa dan raga kami demi kebenaran serta agama kami,” kata Gusrin, dalam aksinya di Gedung MUI Pusat.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah 2.000 lebih warga dari berbagai ormas dan daerah bergabung dalam Pasukan Berani Mati Front Pemuda Islam Indonesia. Antara lain dari Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Penyelamatan Jakarta, Pemuda Persis DKI Jakarta, Paguyuban Pondok Pesantren se-Indonesia, dan majelis-majelis taklim se-Jabodetabek.

Dalam aksinya, mereka melakukan orasi singkat mengecam Ahok dan membentangkan spanduk bertuliskan “Pasukan Berani Mati Adili Ahok Penista Alquran”.

MUI Pusat pun menerima beberapa orang dari mereka untuk berdiskusi langsung di antaranya dengan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Amirsyah Tambunan, dan Sekretaris Komite Dakwah Khusus MUI Pusat Muhammad Naufal Dunggio.

“Dalam diskusi tadi, mereka (MUI) mengapresiasi kedatangan kami. Kemudian mereka akan menampung seluruh aspirasi kami dan menyampaikan kepada penegak hukum,” papar Gusrin.

“Selanjutnya, besok, MUI akan mengadakan rapim untuk dan menyatakan sikapnya,” imbuh dia.

Beberapa elemen dari Relawan Berani Mati ini pun mengaku sudah melaporkan dugaan kasus penistaan Alquran ini ke Polda Metro Jaya. Mereka mendesak kasus ini diproses secara hukum. (URS)

 

TINGGALKAN BALASAN