PGI Gelar Konferensi Pers Bertemakan Solusi Papua Damai

konferensi pers solusi Papua Damai di Graha Oikumere

Jakarta, Semarak.news– Persekutuan Gereja Indonesia menggelar konferensi pers (5/09/2016) bertemakan Solusi Papua Damai.

Hal ini ditengarai oleh maraknya pemberitaan tentang Sidang PBB ke-71 dimana 7 Negara kepulauan Pasifik yang menyampaikan keprihatian nya atas kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

Tentu hal tersebut mendapat respon dari diplomat Indonesia saat itu Nara Marsista Rakhmatia. Sehingga mulai muncul banyak pemberitaan tentang sidang PBB tersebut.

“Dimplomasi Indonesia saat ini terkesan arogan dan meremehkan negara-negara kepulauan Pasifik”, Ujar Romo Benny Susetyo.

Tentu hal tersebut berbahaya karena dapat membuat musuh-musuh baru bagi Indonesia”.

Romo Benny juga mengatakan pendekatan secara represif yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Indonesia akan membuat masyarakat Papua seperti terintimidasi dan tertindas.

solusinya sebaiknya Pemerintah Indonesia segera melakukan dialog dengan perwakilan masyarakat Papua yang dipilih langsung oleh Papua berikut melibatkan orang-orang diaspora yang saat ini sedang berada di luar negeri.

Pemerintah harus berani mengambil langkah kongkrit untuk menyelesaikan permasalahan di Papua.

Menurut  Ray Rangkuti dari LIMA Indonesia, Indonesia harus mulai memberikan jawaban terkait isu-isu permasalahan HAM di Papua.

“Jawaban harus berdasarkan data-data apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menangani permasalahan HAM di Papua” , Ujar nya

Ray juga mengatakan pemerintah harus menghindari jawaban yang bersifat retorika. Penanganan secara represif yang membuat sampai saat ini ada traumatik tersendiri bagi masyarakat Papua.

Pendeta Hendrik Loka mengatakan Saat ini telah banyak lembaga-lembaga Independen yang melakukan penelitian tentang permasalahan di Papua.

Pemerintah bisa mengakomodir saran-saran yang dihasilkan dari proses penelitian dari lembaga tersebut

Dalam konferensi  dikatakan, Papua merupakan tanah yang memiliki banyak kekayaan alam seperti tetesan air dari surga.

“Tidak hanya surga bagi masyarakat Papua namun juga seluruh dunia seperti lagu ciptaan Franky Aku Papua”, ujar Romo Benny.”Permasalahan di Papua

tanggapan peserta konferensi pers

“Permasalahan di Papua tidak bisa diselesaikan karena adanya oknum yang berkepentingan yang menghambat proses penyelesaian”, ujar salah satu aktivis yang hadir dalam konferensi tersebut

Seorang jurnalis mengatakan masih banyak faktor penyebab konflik di Papua dan hal tersebut juga harus diperhatikan oleh pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan di Papua. MIH

TINGGALKAN BALASAN