Pangdam Sudirman: Selamatkan Karakter dan Identitias Bangsa Indonesia!!!

[Sumber: Daus Photo] Jajaran Pejabat Sumatera Selatan

Palembang, Semarak.News- TNI dalam rangka menyambut hari ulang tahunnya yang ke-71 tak ingin melewatkan momentum tersebut tanpa memberikan abdi pada negara, bentuk pengabdiannya tersalurkan dalam acara besar Seminar Nasional dengan tema “Pewarisan Nilai- Nilai Kejuangan dan Kepemimpinan Nasional Kepada Generasi Penerus Dalam Rangka Menciptakan Ketahanan Nasional Yang Tangguh Untuk Menghadapi Tantangan Tugas Di Masa Yang Akan Datang”.(4/10)

Panglima Kodam II Sriwijaya, Meyjen Sudirman SH. MM dalam paparannya khawatir akan lemahnya ketahanan nasional aaat ini. “Karakter bangsa ini mulai mengalami pergeseran –pergeseran dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi banyak muncul karakter baru yang negatif seperti tawuran, korupsi, KKN, sektarian dan primodialisme,  fanatisme berlebihan, budaya konsumtif, hedonisme, dan mengedepankan emosional.” Paparnya.

Pria yang memimpin 5 provinsi dalam bidang militer ini menyerukan bahwa generasi muda penerus bangsa wajib diberikan wawasan kebangsaan dan pemahaman akan nilai-nilai Pancasila. “Apabila karakter bangsa berubah akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa kita, sebab itu wawasan kebangsaan dan pemahaman nilai- nilai Pancasila harus diwarisakan kepada generasi penerus bangsa, siapa itu? Ya kita semua khususnya para pemuda dan pemudi”. Serunya pada acara Seminar Nasional yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut.

Dalam akhir paparanya, Sudirman memberikan langkah –langkah yang harus dilakukan antara lain tingkatkan ketakwaan, bangga sebagai bangsa Indonesia, jaga solidaritas sosial, toleransi beragama, tanamkan disiplin dan tanggung jawab, berprestasi dalam segala bidang, dan rasa cinta terhadap tanah air.

Sementara narasumber lainnya, Prof. Dr. dr. H. Yuwono, M. Biomed, dalam paparannya yang mengaitkan Ketahanan Nasional dengan Ilmu Kedokteran mengatakan,“ Warisan utama seorang pemimpin bukanlah warisan biologisnya saja, melainkan warisan ideologis yang dapat disebut sebagai legacy atau peninggalan berupa karya yang hakikatnya ialah wujud atau buah pemikiran dan sikap pemimpin, namun perlu diketahui sebenarnya bukan fisik itu yang diwariskan melainkan spirit atau jiwa yang terkandung di balik bangunan tersebut.”

Dosen FK Unsri ini juga menyampaikan bahwa didalam seorang pemimpin yang baik pasti ada sikap waspada / awareness, dimana sikap tersebut merupakan kesadaran seseorang akan kondisi saat ini dan paham akan sejarah masa lalu serta menyiapkan perencanaan untuk masa yang akan datang.

“Peluang Indonesia saat ini untuk maju sangat tinggi, mengapa? Karena Indonesia punya aspek sejarah yg gemilang, letak geografis strategi, karakter bangsa yg sopan, potensi kecerdasan, potensi umur produktif, optimisme, partisipasi sesuai minat bakat, dan yang paling penting ialah jiwa nasionalisme untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.” Optimisnya. (FIR)

TINGGALKAN BALASAN