Ratna Sarumpaet Tantang Pemerintah Provinsi Bicara dengan Nelayan

Ratna Sarumpaet Ajukan Tuntutan Atas Korban Gusuran dan Reklamasi kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (3/10).

Jakarta, Semarak.news – Setelah beberapa kali mengadakan aksi untuk menolak beberapa aksi penggusuran yang diselenggarakan oleh Pemerintah DKI Jakarta, akhirnya siang ini (3/10) aktivis Ratna Sarumpaet beserta beberapa warga dari Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara yang merupakan korban gusuran didampingi oleh kuasa hukum Matthew Michele Lenggu mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menyampaikan tuntutannya.

Dalam beberapa kesempatan, Aktivis yang juga seorang seniman ini gencar untuk membantu dalam memperjuangkan hak-hak dari rakyat terutama korban gusuran yang diperkirakan akan terus dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, yaitu Gubernur Basuki Tjahya Poernama atau yang akram dengan sapaan Ahok demi menjadikan Jakarta yang lebih tertata.

Dalam kedatangannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ratna Sarumpaet yang didampingi oleh kuasa hukumnya beserta warga kampung akuarium menyampaikan gugatannya dengan menuntut agar pihak Pemprov DKI Jakarta mengembalikan seperti semula kampung Akuarium yang telah digusur sebelumnya. Banyak dari warga yang masih bertahan dan tinggal di atas puing dan sebagian lagi telah dipindahkan ke rusun yang telah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta walaupun dengan keterbatasan yang ada dan kesulitan dalam mengais rejeki.

“Saya justru meminta mereka (Pemerintah Provinsi) untuk siapkan ruangan, kumpulkan itu nelayan-nelayan, baik korban reklamasi maupun korban gusuran. Masa sih nyewa sebuah aula nggak bisa? Nah disitilu bicara, supaya publik juga bisa dengar perjanjian mereka(pemerintah dengan nelayan)” ucap Ratna Sarumpaet.

“Kalau urusan menang atau kalahnya, itu tergantung hakim, yang penting sudah usaha mengajukan gugatan. “ ucap Matthew selaku kuasa hukum kepada media.

“Kita disini menguji kebijakan Pemprov apakah ini( penggusuran) kebijakan yang tepat atau enggak” ujarnya.(APH)

TINGGALKAN BALASAN