Penyegelan Masjid Nurul Fattah di Kampung Bobo

foto Syarifudin Saafa (Anggota DPRD Kota Manado Fraksi PKS) [foto: Semarak.News]

Manado, Semarak.news – Proses penertiban dan relokasi di Kampung Bobo masih belum maksimal, karena masih banyak masyarakat yang tidur di emperan rumah warga di sekitar masjid.

Menurut Syarifudin Saafa (Anggota DPRD Manado dari PKS) yang ditemui pada Senin (3/10/2016) di Kantor DPRD Kota Manado, banyak warga yang datang ke Kantor DPRD Kota Manado, mereka melaporkan penyegelan Masjid ini, yang dijadikan laporan bukan mengenai tanah, tetapi mengenai penyegelan rumah ibadah. Permasalahan lahan sudah diurus di Pengadilan, jadi biar Pengadilan saja yang urus sampai selesai,  maka pihak DPRD menjadikan permasalahan penyegelan Masjid tersebut untuk menjadikan agenda Komisi dengan memanggil para pihak terkait untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat

Rapat Dengar Pendapat rencananya akan dilaksanakan pada 28 September 2016, tetapi hal tersebut gagal dilaksanakan karena adanya kesibukan pada agenda di DPRD terkait APBD 2016. Selanjutnya akan diadakan Rapat Dengar Pendapat pada bulan Oktober ini, salah satunya dengan mengundang FKUB Kota Manado, KA. Kantor Departemen Agama Kota Manado, Masyarakat Kampung Bobo, dan Hanny Wala (Pemilik Tanah)

ia mengatakan, Rapat Dengar Pendapat akan membahas tentang faktor-faktor yang membuat Masjid disegel, sehingga pihak pihak yang akan diundang dapat memberikan klarifikasi bagaimana perkembangan permasalahan ini.

selain itu, Adanya informasi yang berkaitan dengan dana sebanyak Rp. 100 juta yang dialokasikan kepada masyarakat, tetapi dari masyarakat Kampung Bobo sendiri tidak merasa menerima dan menggunakan dana tersebut, serta membahas mengenai permasalahan relokasi yang belum maksimal.[GG]

TINGGALKAN BALASAN