Imigran Gelap Asal Sri Lanka Senang Tinggal di Aceh

Ilustrasi pengungsi konflik [Al-jazeera]

Lhokseumawe, Semarak.news – Sebanyak 43 imigran gelap asal Sri Lanka yang terdampar di Pantai Pulo Kapok, Aceh Besar, kini sudah 4 bulan menetap di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Kecamatan Blang Mangat.

Pada awalnya, ke 43 imigran tersebut akan mencari suaka ke Australia, namun terdampar di Aceh ketika kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan.

Salah seorang dari 43 imigran, Bakeetharan (35), Minggu (2/10/2016). “Kami semua senang tinggal di Aceh, karena disini aman dan damai. Tidak ada perang, tidak ada ribu-ribut. Berbeda dengan di negara kami di sana. Kami tidak ingin kembali lagi ke sana karena sering terjadi perang,” ujarnya.

Bakeetharan juga mengatakan, selama makanan serta fasilitas yang mereka gunakan merupakan bantuan lembaga IOM. Selain itu, IOM juga melatih mereka untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan benar.

Selain konflik berkepanjangan, salah satu alasan para imigran untuk mencari suaka yaitu alasan ekonomi. Para imigran berharap dapat mendapatkan penghidupan yang lebih layak daripada di negara asalnya.

Sebelumnya, Sri Lanka sedang dilanda konflik bersenjata berkepanjangan antara Pemerintahan Kolombo dan Militan Macan Tamil (LTTE). (Wah).

TINGGALKAN BALASAN