The Rite of Spring Membuka Gelaran SIPFest 2016

The Rite of Spring dalam sesi foto [sumber: Rizal Prakosa]

Jakarta, Semarak.News – Sabtu malam, 01 Oktober 2016 gedung Komunitas Salihara yang berlokasi di Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kembali nampak ramai. Malam itu menjadi malam pembuka Salihara International Performing-Arts Festival 2016. Kelompok teater She She Pop menjadi penampil pertama dalam gelaran SIPFest 2016. Sebelum pementasan tersebut, Goenawan Mohamad secara resmi membuka festival dua tahunan itu. Menurut rencana festival ini akan berlangsung dari tanggal 01 Oktober hingga 06 November 2016 dengan menampilkan 14 penampil baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ragam pertunjukan seni tari, teater, dan musik berkualitas akan hadir di tiap minggunya.

She She Pop yang didirikan oleh sekolompok alumnus Studi Teater di Giessen, Jerman pada akhir tahun 1990 mengangkat naskah The Rite of Spring dalam penampilannya kali ini. Yang unik dalam pentasnya kali ini berkolaborasi langsung dengan para ibu mereka. The Rite of Spring merupakan tafsir baru yang tidak biasa atas karya Igor Stravinsky yang fokus terhadap pengorbanan perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosialnya. Berbeda dengan naskah aslinya yang lebih menekankan pada problem religius pengorbanan manusia, pertunjukan ini secara tersirat mengisahkan bagaimana terjadinya problem  etis penyangkalan diri antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dengan anaknya-anaknya. She She Pop melalui pertunjukan ini menyatakan sikap politiknya akan pentingnya pemberdayaan diri dan kebebasan individu perempuan. Hal ini senada dengan visi Komunitas Salihara yang selalu menjunjung tinggi akan kebebasan manusia dalam berekspresi dan berkreasi.

Empat orang pemain real dan empat orang ibu yang dimainkan secara virtual nampak menjadi kolaborasi yang sangat mengesankan. Kehadiran ibu tampak menjadi nyata dengan kolaborasi antara gerakan tubuh asli dari para pemain dengan mimik-mimik sang ibu yang ditampilkan melalui empat buah kain panjang yang digantung sejajar. Terbukti penggunaan teknologi juga mengiringi perkembangan dunia seni pertunjukan.

Pentas yang diadakan dua hari, pada sabtu malam dan minggu malam tersebut sukses menarik perhatian para penikmat seni. Kursi di Ruang Teater Salihara nampak penuh dengan penonton, baik dari kalangan mitra program, mitra sponsor, mitra media, pers dan penonton-penonton biasa. Sambutan positif pun datang dari para penonton. “Pentasnya keren, baru kali ini melihat penggunaan teknik seperti itu”, ujar Diki salah seorang penonton.  She She Pop memang telah dikenal sebagai kelompok teater yang  berkualitas, mereka telah beberapa kali meraih penghargaan, diantaranya pada Festival Favoriten (2010) dan Festival Teater Impulse (2011). Sebelumnya versi baru The Rite of Spring ini telah dipentaskan di berbagai negara seperti Swiss, Jepang, Prancis, Ceko, Austria, Italia, Meksiko dan Kuba. Untuk mendatangkan kelompok teater ini, Komunitas Salihara bekerja sama dengan Goethe-Institut. [DDK]

TINGGALKAN BALASAN