PMII: NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya!

Sumber : liputan6.com

Palangka Raya, Semarak.News – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2016. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Kalimatan Tengah mengadakan kegiatan dialog publik dengan tema “Pancasila dan gerakan radikalisme di Indonesia” sekaligus penyelenggaraan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru), yaitu pelantikan kader muda PMII se-Kalteng yang berjumlah 145 orang asal Palangka Raya serta 4 orang dari Buntok, Barito Selatan.

Acara yang diselenggarakan di Aula Asrama Haji Palangka Raya, Sabtu (1/10) dihadiri sekitar 150 orang yang berasal dari kader muda PMII, senior PMII, media, Korem, GMNI yang ada di Palangka Raya. Hadir pula dalam acara tersebut sebagai narasumber yaitu, Abdul Hakim yang merupakan dosen tetap di IAIN Palangka Raya sekaligus senior PMII, perwakilan Korem serta PW NU.

“NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya !” tegas Surya Noor selaku ketua PMII IAIN Palangka Raya ketika memberikan sambutannya.

“Pancasila harus mampu beradaptasi ditengah tekanan ideologi asing yang ingin memecah belah Indonesia, oleh sebab itu PMII harus menjadi garda terdepan bagi Indonesia dan Pancasila,” lanjutnya.

Disebutkan dalam acara tersebut bahwa ajaran dan pemahaman radikalisme disebarkan oleh kelompok tertentu melalui sarana media massa, baik media online, media cetak, televisi dan radio.

“ajaran radikalisme menyerang masyarakat Indonesia dan Pancasila dengan memanfaatkan media massa sebagai celah oleh oknum radikal,” ujar Abdul Hakim selaku narasumber dan dosen tetap di IAIN Palangka Raya.

“Pancasila adalah ideologi terbaik di dunia yang pernah ada, banyak negara lain yang terpecah belah bahkan menjadi negara konflik karena negara lain tersebut tidak memiliki Pancasila seperti Indonesia,” lanjutnya.

PMII merupakan organisasi eksternal kemahasiswaan yang sudah 56 tahun berdiri di Indonesia. PMII menjunjung tinggi harkat martabat serta nilai-nilai Pancasila yang sudah ada sejak Indonesia merdeka. Pancasila menjadi ideologi dan landasan idiil bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“pokoknya NKRI harga mati dan Pancasila Jaya !” tegasnya kembali. (FA)

TINGGALKAN BALASAN