Dialog Publik “Cegah Kembalinya Komunisme di Sulut Melalui Ormas”

Panitia Diskusi Publik dan Pemateri Berfoto Bersama. [Foto: APPD, SemarakNews]

Manado, Semarak.News – Dialog terbuka yang bertempat di Hotel Travello, Manado tersebut mengambil tema “Peran Serta Ormas Dalam Mencegah Hidupnya Kembali Komunisme di Sulut”. Dialog tersebut menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Mayor Inf. Maudi Purba, Danramil 1309-03, Dr. Alfon Kimbal S.Sos, M.Si, Akademisi Unsrat, dan Jim Robert Tindi, Ketua PRD Sulut. Acara tersebut dimoderatori oleh Abdul Halil Lumbessy, Anggota FPN (Forum Peduli Nasional), Kamis (29/9).

“Komunisme merupakan bahaya laten yang sudah menyebar di kalangan masyarakat dengan gaya baru. Komunisme sangat dilarang di Indonesia karena sudah ditentukan pada ketetapan MPRS No. 25 Tahun 1966. Terkait hal tersebut, komunis tidak mempunyai kepribadian dan kebangsaan.” Ujar Mayor Inf Maudin Purba dalam paparannya.

“Hal yang harus diwaspadai terkait munculnya komunisme di Indonesia adalah dengan menyadari bahaya komunis, serta memperkuat pengamalan Pancasila dengan selalu berprinsip tidak dapat menerima ideologi komunis.” Tambahnya.

“Peran Ormas dalam mengahadapi komunisme yaitu dengan cara harus memberian input (dukungan dan tuntutan) untuk mempengaruhi pemerintah dalam membuat dan memutuskan kebijakan. Selain itu, Ormas harus memperkuat Pancasila sebagai falsafah Indonesia. Fungsi input juga dapat dilaksanakan dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menumbuhkembangkan, berkembang aktif pada pemberdayaan masyarakat, memberikan karya yang dapat menginovasi” Ujar Dr. Alfon Kimbal S.Sos, M.Si.

Menurutnya Ormas harus menjadi gerakan politik dalam perpolitikan Indonesia dengan fungsi memberi pendidikan politik kepada masyarakat, mengagregasi setiap kepentingan sebagai komunikasi politik. Selain itu, Ormas harus mempunyai kesadaran sebagai gerakan sosial / Demokratisasi karena Ormas berdiri dari masyarakat, dan untuk masyarakat. Oleh karena itu, Ormas dapat menjadi pihak penengah.

Dalam paparan materi oleh Jim Robert Tindi, mengatakan “  Komunisme sudah tidak ada di Indonesia, hal tersebut hanyalah masa lalu yang sudah menjadi sejarah bangsa Indonesia.” Selain itu ia juga menambahkan “Musuh terbesar bangsa Indonesia adalah Noeliberalisme dan kapitalisme, bukanlah komunisme. Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa palu arit sudah mati dan tidak dapat mempengaruhi apapun, sehingga simbol palu arit bukan untuk menjerumuskan warga Indonesia.”

Dalam akhir diskusi tersebut diperoleh beberapa kesimpulan dari ketiga narasumber, yaitu Mayor Inf. Maudi Purba menyimpulkan bahwa hadapi komunis dengan pengamalan Pancasila dengan menyadari secara penuh bahaya laten dari komunis. Komunis adalah faham yang tidak akan pernah mati dan bertentangan dengan falsafah Indonesia, Dr. Alfon Kimbal S.Sos M.Si menyimpulkan, bahwa Ormas harus dapat menjadi auto kritik bagi pemerintah serta enjalankan input yaitu sebagai oraganisasi yang bermasyarakat, Jim Robert Tindi menyimpulkan bahwa komunis di Indonesia bukan masalah yang harus dibesar besarkan, karena komunis sudah mati dan tidak mempunyai pengaruh apapun bagi Indonesia. [MF] [APPD]

TINGGALKAN BALASAN