HGB Pasar 16 Ilir Belum Temui Titik Terang

[Sumber: Daus Photo] Persiapan Rapat Tertutup tentang Peluang Perpanjangan HGB Pasar 16 Ilir

Palembang, Semarak.News- Status HGB Pasar 16 Ilir tak kunjung temui titik terang, dalam rapat tertutup di ruang rapat Setda Kantor Gubernur Sumsel yang membahas kemungkinan adanya peluang perpanjangan HGB pedagang Pasar 16 ilir, harus menunggu kurang lebih 15 hari lagi untuk dilakukannya pengkajian lebih mendalam terkait status HGB pedagang pasar 16 Ilir pada kamis (29/9).

Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya, Febrianto, S.si. SH. MH mengatakan, “ Sesuai arahan Setda dalam pemutusan status HGB perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam dengan melengkapi data-data /kajian serta dokumen yang diperlukan dalam waktu dua minggu.” Dalam masa tunggu ini, pasalnya pihak PD Pasar akan tetap melakukan penarikan sewa bangunan kepada pedagang pasar sebagai bantuk laporan pertanggungjawaban kepada BPK.

PD Pasar selaku pengelola yang diberikan kewenangan oleh Pemkot menghendaki perpanjangan HGB tidak dilakukan sehingga Pasar 16 Ilir akan menerapkan sistem sewa bangunan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P. Ratu, yang menyatakan bahwa musyawarah dan kompromi antara Pemkot, PD Pasar dan pedagang pasar terkait kejelasan sistem di Pasar 16 Ilir akan terus dilakukan untuk menentukan kata mufakat. Namun, PD Pasar tetap menghendaki sistem sewa bangunan akan diterapkan pada pedagang di  Pasar 16 Ilir. Ungkapnya pada Semaraknews, kemarin. (29/9)

Sementara itu, salah satu pedagang pasar 16 Ilir, Dr. A Rifai Abun, Mhum. MH., mengatakan bahwa para pedagang Pasar 16 Ilir berharap HGB masih memiliki peluang untuk diperpanjang sesuai perjanjian dan aturan hukum yang pernah dibuat. “Para pedagang dalam hal ini akan terus berupaya mencari celah untuk memperjuangkan HGB secara harmonis, kekeluargaan dan mufakat agar mendapatkan perpanjangan dari Pemkot.” ujarnya.

Selain itu, upaya yang akan dilakukan oleh pedagang pasar 16 Ilir apabila dalam waktu 2 minggu HGB tidak dapat diperpanjang maka akan ada rencana melakukan Class Action untuk menyelesaikan polemik tersebut.” Kami pedagang pasar akan tetap menunggu dan menghargai keputusan Walikota, rencana kedepannya apabila perpanjangan HGB tidak terealisasikan, maka kami akan melakukan Class Action sesuai dengan data-data dan aturan hukum yang pernah disepakati.” Jelasnya pada awak media. (FIR)

TINGGALKAN BALASAN