Unjuk Rasa FSPMI di Depan Kantor Gubernur Sumut

Medan, Semarak.News – Berjumlah ratusan buruh berkumpul di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Meda, Sumut, Selasa (20/09/2016).

Berbagai organisasi buruh ikut serta dalam aksi yang dikomandoi oleh Tony Rizkson Silalahi ini di antaranya  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Industri (SPI), Serikat Pekerja Berdikari (SP Berdikari), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Ormas Rumah Rakyat Indonesia (Ormas RRI), Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), dan Lembaga Bantuan Hukum Medan (LBH Medan).

Tujuan aksi ini adalah menuntut kepada Pemerintah untuk mencabut PP 78 tahun 2015 dan UU Tax Amnesty.

“Kami buruh Indonesia tetap menolak PP 78,” kata Tony dalam orasinya.

“Kami buruh Indonesia berjanji tetap menolak uu pengampunan pajak, Kami buruh Indonesia berjanji tetap menolak uu pengampunan pajak, tax amnesty,” lanjutnya.

Hal itu dilakukan karena menurutnya peraturan itu telah memperkeruh keadaan buruh dan lebih menguntungkan konglomerat.

Selain itu, massa juga menuntut untuk meningkatkan upah minimum kabupaten pada tahun 2017 nanti.

“Kami, buruh Indonesia berjanji meminta kepada gubernur untuk menaikkan upah minimum kabupaten sebesar 650.000 untuk tahun 2017,” sambung Tony.

Karena menurutnya, upah yang berlaku saat ini masih jauh dari ukuran hidup layak.

“Upah kita hanya inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi, yang artinya tidak lebih dari 10 %,” ujar Tony.

TINGGALKAN BALASAN