Pilkades Serentak di Lombok Tengah Berjalan Lancar

Drs. Jalaludin saat menjelaskan pelaksanaan Pilkades di Loteng kepada wartawan Semarak. [Foto: Muchlis/SN]

Mataram, Semarak.news – Meskipun pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di 15 desa yang berada di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sempat diwarnai dengan diundurnya pelaksanaan Pilkades untuk dua desa, yakni Desa Puyung dan Desa Ranggagata, pelaksanaan Pilkades di Lombok Tengah tetap berjalan aman dan lancar.

“Cukup lancar dan aman untuk sementara ini,” ujar Jalaludin kepada wartawan Semarak di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Lombok Tengah, Kamis (29/9/2016).

Jalaludin yang bertugas sebagai ketua tim pengawas pelaksanaan Pilkades tingkat kabupaten sekaligus sekretaris BPMD Lombok Tengah menyatakan bahwa antusias masyarakat desa terhadap pilkades serentak cukup tinggi karena adanya ikatan emosional antara pemilih dan bakal calon.

“Kenapa antusias tingkat partisipasi masarkat begitu tinggi? Karena mungkin pemimpin itu ada di desa, jadi ikatan emosional, ikatan batin, kemudian rasa memiliki pemimpin itu kedekatannya tinggi di desa itu,” paparnya.

Sementara itu, Jalaludin tidak menampik adanya masalah yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkades ini, seperti terjadinya pengunduran waktu Pilkades di Desa Puyung dan Ranggagata dikarenakan adanya tahapan yang tidak dijalankan oleh panitia di tingkat desa.

“Panitia (tingkat desa) tidak melaksanakan satu tahapan, yaitu penambahan perbaikan syarat dukungan (selama tujuh hari),” katanya.

Namun, pihak panitia mengakomodir kesalahan tersebut karena adanya gugatan dari bakal calon yang ada di Desa Puyung dan Desa Ranggagata, sehingga pelaksanaan Pilkades di kedua desa tersebut diundur tujuh hari untuk menyelesaikan masalah administrasi syarat dukungan sebesar 10% dari daftar pemilih tetap untuk calon independen dan kembali dilaksanakan pada tanggal 29 September 2016.

Jalaludin menyebutkan, untuk Desa Puyung sendiri yang sebelumnya tiga bakal calon menjadi lima bakal calon, sedangkan Desa Ranggagata masih tetap memiliki empat calon.

Setelah kepala desa baru nanti dilantik oleh Bupati, Jalaludin menghimbau kepada kepala desa terpilih untuk mengayomi seluruh masyarakat baik yang mendukung maupun tidak mendukung supaya satu kembali, karena apapun alasannya kepala desa tidak akan mungkin bekerja sendiri.

Non-sense seorang kepala desa akan bisa menjalankan sebuah kebijakan program apapun kalau tidak didukung oleh semua komponen,” tandasnya. [MN]

 

 

TINGGALKAN BALASAN