Reklamasi Jakarta Ditunggangi Kepentingan Asing?

Jakarta, Semarak.News- Reklamasi hingga saat ini masih menjadi topik hangat, khususnya bagi warga Ibukota yang tak asing dengan proyek mega ini. Walaupun menimbulkan pro dan kontra, namun pelaksanaan proyek nampaknya tetap berjalan.

Iming-iming membenahi Jakarta, Proyek yang ditaksir hingga triliyunan rupiah ini menuai penolakan-penolakan yang ditujukan pada pemerintah. Aktivis lingkungan maupun sosial tak henti hentinya menyuarakan aspirasinya untuk menggagalkan proyek yang dinilai hanya menambah permasalahan pelik di Jakarta.

“Pemerintah sudah tidak berpihak pada rakyat. Bahkan lebih mementingkan kepentingan investor yang banyak datang dari China dibandingkan untuk memihak pada rakyatnya. Mungkin pemerintah sudah menjadi bagian dari mereka(China)” ucap Marwan Batubara, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies dalam sebuah diskusi publik tentang reklamasi di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat (29/9).

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta memang ditujukan untuk menarik para wisatawan dan investor agar menghasilkan pendapatan negara yang meningkat dari sektor investasi, namun hal ini juga berarti akan mengganggu stabilitas nelayan yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

“Apabila proyek reklamasi tetap berjalan, masyarakat pesisir akan mengalami kerugian sedikitnya Rp. 314,5 Miliyar.” Jelas Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Rahmat Kurnia.

“Selain itu, ada kemungkinan bahwa proyek ini merupakan strategi China untuk menguasai Indonesia. Karena 70-80% sektor ekonomi di Indonesia telah dikuasai oleh China. ” lanjut Laksamana TNI (purn) Slamet Soebijanto.

Diskusi bertema ” Bahaya Cinaisasi Dibalik Proyek Reklamasi Teluk Jakarta” diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. [APH]

TINGGALKAN BALASAN