Buruh: Tax Amnesty Hanya Untuk Mafia Kerah Putih

Massa Demo Menuju Pemko Batam [Foto: Ronny/Semarak.News]

Batam, Semarak.News – Hari ini buruh FSPMI serentak menggelar aksi demo untuk menuntut kenaikan UMK dan menolak kebijakan Tax Amnesty tak terkecuali di Batam. Massa yang berpusat di Kantor Walikota Batam ini menuntut kenaikan upah minimum kota sebesar Rp 650.000,-. Hal ini berdasarkan survey harga barang pokok ataupun tigkat kemampuan membeli oleh masyarakat serta inflasi di Batam sebesar 6,5%. Dalam PP 78 Tahun 2015, buruh menilai bahwa keputusan tersebut tidak relevan dengan UU No. 13 tahun 2003, apalagi dalam sidang pembahasan upah sebelumnya tidak dilakukan survey terlebih dahulu.

Ketua Pangkorda Garda Metal FSMPI Batam, Suprapto mengatakan bahwa UMK yang sekarang menyengsarakan buruh. “PP 78 Tahun 2015, seakan-akan dipaksakan diberlakukan dan tidak memihak pada buruh”, ujarnya dalam orasi. Pihaknya juga kecewa terhadap tindakan APINDO yang menggugat UMS, dimana UMS merupakan kesepakatan antara pengusaha dan pemerintah. “Meskipun APINDO tidak datang, dalam tata tertib sidang pembahasan upah minimum sektoral, pihak yang tidak datang harus tetap mentaati hasil sidang, bukan malah menggugat, tambahnya. Hal tersebut dinilai menjadi faktor tidak terbahasnya upah minimum sektoral hingga saat ini, padahal biasanya pada bulan Oktober sudah memasuki sidang dengar pendapat.

Selain menuntut kenaikan upah, para buruh juga menuntut kebijakan pengampunan pajak agar dihapus karena hal ini hanya dirasakan pengusaha yang selama ini tidak menyetorkan pajak kepada pemerintah. Pemerintah juga tidak tegas dalam menarik pajak ke pengusaha. Seharusnya pengusaha yang tidak mentaati wajib pajak, izinnya dicabut. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua SPEE FSPMI Batam, Mustofa. “Pengampunan pajak hanya mengampuni penngusaha hitam yang mengemplang pajak. Nggak taat aturan kok malah diampuni. Kasihan buruh, Polisi, PNS, Satpol PP yang terima gaji setiap bulannya baru dikasih slip gaji saja sudah dipotong buat pajak, sedangkan yang tidak taat wajib pajak malah diampuni.” ujarnya dalam orasi siang tadi.

Demo ini, dikawal oleh ratusan aparat keamanan dari Brimob Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Satpol PP tampak bersiaga menjaga demonstrasi buruh ini. Dalam kesempatan ini, perwakilan massa sempat masuk ke dalam untuk menemui Walikota Batam dan jajaran untuk menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan. Tak selang berapa lama, Walikota beserta jajaran keluar gedung untuk menemui demonstran.

“Tadi sudah saya dengar apa yang menjadi aspirasi saudara, besok saya perintahkan Wakil Walikota untuk ke Jakarta pada pukul 06.30 untuk menyampaikan aspirasi saudara ke Presiden dan saya sudah menunjuk Kadisnaker dan Komisi IV DPRD Batam untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan ini.” ujar Walikota Batam, Muhammad Rudi, SE ketika menemui demonstran. Para demonstran membubarkan diri dengan tertib pada pukul 12.00 (RDN)

TINGGALKAN BALASAN