Yogyakarta, Semarak.news – Mahasiswa Papua di Yogyakarta memberi masukan kepada masyarakat Yogyakarta terkait Prasangka buruk mahasiswa Papua yang semuanya itu salah besar.

Diskusi yang diadakan Dema (Dewan Mahasiswa) FISIPOL Universitas Gajah Mada (UGM) bertajuk “Bicara Papua, Menghapus Prasangka” merupakan diskusi yang membahas mengenai prasangka buruk yang dialami oleh masyarakat Papua di Yogyakarta yang diadakan di Selasar Barat FISIPOL UGM, Rabu (28/09/2016).

“Tidak semua orang Indonesia timur itu kasar, hitam, kriting, bodoh, kita hanya mendengar dan melihat dari jauh namun tidak pernah mendengarnya langsung dari masyarakat Papua sendiri. Disini kita sharing pengalaman dengan filosofi duduk bersama sehingga dapat menjalin kerukunan.” Ujar Amfi (Koordinator Penyelenggara Acara dari Mahasiswa Papua)

“Bagaimana kita mengetahui kalau mereka itu kasar dan jahat kalau tidak pernah bersama dengan mereka. Mengapa kita memandang saudara kita dari Indonesia timur dan menganggap mereka seperti orang lain padahal kita adalah saudara dari Indonesia.” Tambahnya.

“Sebenarnya orang Papua itu baik, tidak seperti yang kalian kira bahwa orang Papua itu kasar dan jahat. Kalau kalian belum menyaksikan sendiri dan belum berteman dengan orang Papua jangan memberi prasangka buruk.” Ujar Heronimus (salah satu mahasiswa Papua)

“Konflik yang terjadi di Papua itu merupakan sebagian kecil masyarakat saja yang mengalami dan kebanyakan konflik tersebut merupakan salah paham antara satu dengan yang lainnya ataupun masalah batas wilayah. Kita masyarakat Papua juga memakai pakaian sopan disana dan hanya sebagian kecil masyarakat yang memakai pakaian adat dengan koteka yang dimana dipakai oleh suku pedalaman.” Tambahnya.

Menurutnya, masyarakat Papua di Yogyakarta ramah dan punya banyak teman dari orang jawa. Kita juga kalau berkendara taat lalulintas dan selalu memakai helm. Walaupun ada terdapat yang tidak memakai helm kalau dipringatkan polisi kita juga akan menerima dan tidak mengulanginya.

Heronimus menyayangkan kepada media yang terlalu berlebihan memberitakan kabar tentang orang Papua yang dimana hanya konflik dan kekerasan saja yang di ekspos padahal hal tersebut terjadi hanya di sebagian kecil wilayah di Papua. Sehingga membuat orang Papua memiliki prasangka buruk terhadap orang lain. MNA

TINGGALKAN BALASAN