Hasil Tes Kesehatan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Diserahkan ke KPU DKI

Ketua KPU DKI Sumarno menerima berkas pemeriksaan kesehatan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI dari Kepala Dinas Kesehatan TNI AL Laksamana Pertama Lukman Djauw, di kantor KPU DKI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016). Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Tim Pemeriksaan sekaligus Kepala RSAL Mintohardjo, Kolonel Laut Wiweka, Kepala BNNP Sapari Partodiharjo, Ketua IDI DKI Dokter Slamet Budiarto, dan Ketua Himpunan Psikologi DKI Imam Mustopo. Sumber [Kompas]

Jakarta, Semarak.news – Hasil tes kesehatan dari tiga Pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub dan Cawagub) DKI Jakarta resmi diserahkan oleh tim rikes kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Rabu (28/9). Penyerahan hasil tes tersebut baru saja diberikan sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi, di Kantor KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Penyerahan Berkas langsung diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan TNI AL Laksamana Pertama, Lukman Djauw kepada Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno. Kepala Dinas didampingi Kepala RSAL, Mintohardjo, Ketua Himpunan Psikologi DKI Jakarta, Imam Mustopo, Ketua IDI DKI, Slamet Budiarto, dan Ketua tim pemeriksaan kesehatan.

Ketua KPU DKI, Sumarno menyampaikan, tes kesehatan telah dijalani oleh ketiga bakal cagub dan cawagub sejak 24 September 2016 lalu. Hasil itu ditempatkan pada tiga map yang berwarna coklat untuk tiap-tiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Selanjutnya pihak KPU akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap hasil tes kesehatan yang telah diserahkan.

“Kekurangan persyaratan yang ada akan disampaikan untuk dilengkapi sampai 4 Oktober,” ujar Sumarno, Rabu sore (28/9).

“Hasilnya akan diumumkan 24 Oktober, bersamaan dengan syarat lainya yang menerangkan pasangan calon yang memenuhi syarat‎ atau tidak memenuhi syarat,” jelas Sumarno.

Apabila pada tanggal 24 oktober nanti, terdapat pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta yang tidak memenuhi kriteria, maka parpol yang mengusung paslon tersebut diberikan kesempatan untuk mengusung nama lain. Batas waktu paling cepat setelah satu minggu diumumkan.

“‎Nah, kalau misalnya ada calon yang tidak memenuhi syarat, partai bisa menganti calon itu,” pungkasnya.

Namun dari tes tesebut hanya diinfokan secara umum tidak begitu rinci seperti apakah calon tersebut dinyatakan sehat jasmani maupun rohani dan terbebas dari narkotika.

“Rincian medis misalnya fungsi organ, tidak kami rilis karena termasuk informasi yang dirahasiakan, kecuali atas izin yang bersangkutan atau ada perintah pengadilan. Jadi hanya dipublikasikan lolos atau tidak lolos,” jelas Sumarno.

Bagusnya, Sumarno telah memberikan sinyal positif atas hasil dari tes kesehatan yang dijalani oleh ketiga pasangan calon.

“Insya Allah menggembirakan, ya pokoknya menggembirakan,” tutup Sumarno tanpa menjelaskan lebih dalam. (MM)

TINGGALKAN BALASAN