Aksi FPA-SU Mewarnai Perayaan Hari Tani Nasional

Foto salah satu bendera ormas yang dikibarkan dalam aksi unjuk rasa oleh aliansi FPA-SU. [FZ/semarak.news]

Medan, Semarak.news – Hari Tani Nasional yang jatuh setiap tanggal 24 September dipergunakan oleh berbagai ormas berkiblat kesejahteraan masyarakat kecil untuk melakukan berbagai aksi. Di Kota Medan salah satunya, beberapa ormas seperti Kelompok Tani Arih Ersada Arun Bolon (KT AEAB), KT SJP, SMI, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Forum Komunikasi Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR), KOPPI-REL yang tergabung dalam aliansi Forum Perjuangan Agraria Sumatera Utara (FPA-SU) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara,  Jl. Imam Bonjol No. 5, Kota Medan.

Aksi dalam rangka hari tani nasional yang kita lakukan ini dalam rangka memohon pada DPRD agar memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah tanah Kelompok Tani Arih Ersada Arun Bolon (KT AEAB) seluas 102 Ha dengan PT. Anugerah Multi Sumatera Utara/River Valley, PT Indopalapa/Golden Land, dan keluarga besar USU di Desa Durin Tonggal Kec. Pancur Batu”, kata Rembah Bruklyat selaku koordinator lapangan yang merupakan  Ketua Kelompok Tani Arih Ersada Arun Bolon (KT AEAB), Selasa, 27 September 2016, saat berorasi di depan sekitar 200 massa.

Selain itu, tuntutan massa kepada pihak DPRD dalam aksi demo tersebut adalah hentikan pembangunan di FK MPR sebelum ada relokasi yang jelas, percepat mediasi permasalahan FK MPR dan PT. KAI, hentikan dan usut izin pembangunan River Valley di Desa Durin Tonggal, dan tolak kehadiran TNI/POLRI dalam konflik agrarian.

Massa juga menuntut agar pihak DPRD mencabut UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Umum dan UU Penanaman Modal Asing yang dinilai merugikan pertain dan pengusaha kecil di bidang pertanian.

“Mediasi perlu dilakukan agar pekerjaan kelompok tani tidak terkendala kasus tanah yang kami klaim, jika mereka (pihak perusahaan) tidak mau datang saat mediasi, berarti tanah yang kami klaim adalah tanah kami”, tambah Bruklyat dalam orasinya.

Pihak DPRD menyambut dengan baik aksi yang dilakukan FPA-SU dengan turun ke kumpulan massa dan mengatakan bahwa DPRD menerima tuntutan dari massa dan terhitung 3 hari (tiga) dari sekarang (27/9), kelompok tani dipersilahkan datang lagi untuk mempertanyakan RDP tersebut.

Sekitar pukul 13.00 WIB, aksi unjuk rasa ini selesai dengan suasana kondusif. Sebelum aksi dimulai di Depan Gedung DRPR Sumut, massa berkumpul di Bundaran SIB pada pukul 11.00 WIB dan melakukan iring-iringan menuju Gedung DPRD Sumut. (FZ)

TINGGALKAN BALASAN