Negara Pasifik Dukung Kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia

Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tonga, Nauru, Kepulauan Marshall, dan Tuvalu menuntuk kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia.

Pasifik, Semarak.news. Pemimpin negara Pasifik: Charlot Salwai (Vanuatu), Manasseh Sogavare (Kepulauan Solomon) ‘Akilisi Pohiva (Tonga), Baron Waqa (Nauru), Hilda Heine (Kepulauan Marshall), dan Enele Sopoaga (Tuvalu) menginginkan kemerdekaan bagi Papua Barat dari Indonesia.

Peta negara-negara yang terletak di Samudera Pasifik [Foto: Theodora]
Peta negara-negara yang terletak di Samudera Pasifik [Foto: Theodora]

Mereka menyikapi dan menyesalkan banyaknya permasalahan hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Papua Barat. Melihat adanya kesamaan ras, enam negara Pasifik tersebut menyuarakan untuk hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat dalam Majelis Umum PBB sesi ke-71.

Banyak komentar-komentar miring yang menyatir Indonesia, khususnya pelanggaran HAM. “Pelanggaran HAM dan keinginan untuk menentukan nasib sendiri sama halnya seperti dua sisi mata koin.” Sindir Manasseh Sogavare kepada Indonesia saat berpidato di Majelis Umum PBB.

Tak hanya itu, Presiden Kepulauan Marshall pun menyeru agar PBB membentuk tim investigasi guna menelusuri pelanggaran HAM di Papua Barat.

Namun, pernyataan tersebut disangkal oleh perwakilan Indonesia untuk misi tetap di PBB, Nara Masista Rakhmatia. Indonesia menolak tindakan penyelewengan HAM yang terjadi di Papua Barat. Hal tersebut tidak lain adalah pergesekan antara sejarah Indonesia dengan kelompok-kelompok pergerakan.

Banyak demonstrasi yang terjadi di Papua Barat disponsori oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). ULMWP dalam sudut Endang Indonesia adalah kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dengan Indonesia.

“Latar belakang politik mereka (ULMWP) adalah kelompok separatis yang selalu mengkritik pemerintah dan melakukan tindak teror.” Tegas Nara Masista Rakhmatia kepada para pemipin negara Pasifik.

Sebelumnya (25/9) Freewestpapua.org merilis artikel tentang 100 orang yang ditangkap oleh polisi Indonesia. Hal tersebut terjadi ketika warga Papua Barat turun ke jalan dan berterimakasih atas dukungan kemerdekaan dari negara Pasifik.

Warga Jayapura turun ke jalan dalam aksi unjuk damai sebagai uncapan terima kasih atas dukungan negara-negara Pasifik untuk menentukan nasib sendiri [Foto: Freewestpapua]
Warga Jayapura turun ke jalan dalam aksi unjuk damai sebagai uncapan terima kasih atas dukungan negara-negara Pasifik untuk menentukan nasib sendiri [Foto: Freewestpapua]

Tercatat 13 orang Yahukimo dan 87 orang di Merauke diamankan polisi. Aksi ini terbilang besar karena meliputi Jayapura, Biak, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Merauke, Nabire, Paniai, Sorong, dan Timika. Selain itu warga Papua Barat yang bermukim di Gorontalo dan Manado pun turut berpartisipasi.

Namun pada akhir debat, Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga menekankan kepada PBB agar memberikan solusi kepada warga asli Papua untuk bebas dari Indonesia.

TINGGALKAN BALASAN