eLSA Semarang Gelar Diskusi Bertajuk “Problem Pendidikan Agama untuk Penghayat”

Tedi Kholiludin (sumber: twitter)

Semarang, Semarak.news – Membahas permasalahan dan kendala pendidikan agama yang masih sering dihadapi sebagian besar penghayat kepercayaan di Indonesia, eLSA (Lembaga Studi Sosialis dan Agama) Semarang mengadakan forum diskusi dan silahturahmi.

Pembicara dari eLSA yang juga merupakan Dosen UIN Walisongo Semarang, Tedy Khholiludin mengatakan, penghayat kepercayaan kerap berhadapan dengan masalah dalam soal pendidikan. Sekolah-sekolah negeri dalam hal ini Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, hanya menyediakan fasilitas pendidikan agama untuk 6 agama saja yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

“Berbicara tentang bagaimana pendidikan di sekolah publik, hal ini yang menjadi konsen kami sehingga bagaimana kemudian fasilitasi negara terhadap pendidikan agama itu dipastikan dapat memenuhi hajat hidup orang banyak,” ujarnya di Kantor eLSA, Senin (26/9/2016).

Menurut Tedi, apa yang tertulis dalam undang-undang tentang Pendidikan maupun aturan perundang-undangan lainnya bagi penghayat kepercayaan belum ada yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan bagi penghayat kepercayaan.

“Sebenarnya sederhana, karena amanat UU Sistem pendidikan nasional mencatatkan mereka harus mendapatkan pendidikan dari guru yang sama, maka mestinya ada fasilitas-fasilitas yang didapatkan oleh penghayat kepercayaan” terangnya. (BIP)

TINGGALKAN BALASAN