15 Ribu Wajib Pajak Ikut Program Tax Amnesty Setiap Harinya

Sumbe : Sindonews

Jakarta, semarak.news – Antusiasme masyarakat mulai meningkat untuk ikut program tax amnesty dengan pajak terendah sebesar 2 %. Periode I yang akan berakhir pada 30 September 2016 menjadikan alasan wajib pajak yang ikut terus dan semakin meningkat karena telah hampir menginjak batas waktu. Begitulah ciri-ciri orang Indonesia biasanya, yang sering menunggu pada batas-batas akhir.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (Humas) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementriann Keuangan, Hestu Yoga Saksama menyatakan mulai minggu ini terjadi peningkatan yang signifikan pendafataran tax amnesty.

Menurut data yang diperoleh, sedikitnya setiap hari terdapat sekitar 15 ribu sampai 20 ribu Wajib Pajak yang mengikuti program tax amnesty.

“Memang melonjak. Sehari kemarin bisa 15 ribu-20 ribu di seluruh Indonesia, itu per hari,” kata Yoga di Kantor Pusat ‎DJP Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Yoga menyampaikan, jumlah wajib pajak yang mengikuti tax amnesty sampai dengan hari ini sekitar 140 ribu orang. Jumlah ini akan semakin terus bertambah seiring akan berakhirnya periode pertama pada 30 September 2016.

“Total wajib pajak yang ikut tax amnesty sampai semalam itu 140 ribu, seluruh Indonesia. Dan sekarang setiap hari itu 15 ribu. Mungkin nanti di minggu-minggu depan akan semakin banyak,” ujar Yoga.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani setelah memantau pelayanan tax amnesty di DPJ, lalu Ia memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan perusahaan yang semakin besar untuk beramai-ramain ikut program pengampunan pajak.

“Ya memang masyarakat sudah semakin paham, banyak perusahaan dan wajib pajak pribadi, mereka ingin memanfaatkan tarif paling kecil ini,” kata dia di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Menurutnya, peningkatan ini telah diprediksi jauh-jauh hari. Oleh karena itu, pegawai pajak telah diberikan instruksi untuk menyesuaikan dan mengantisipasi lonjakatan secara cepat, tepat, dan akurat.

“Tapi memang kenaikan ini sudah kita prediksi dan antisipasi. Tentu kita akan tambah, tadi saya lihat teman-teman sudah akan menambah booth-nya, mejanya, petugas, jam kerja. Jadi kita usaha maksimal,” jelas dia.

Melihat banyak keluhan dari Wajib Pajak seperti kelengakapan administrasi, nomor antrean yang diterima hangus, dan tidak mengetahui syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mengurus orang lain. Pemerintah akan memberikan beberapa kemudahan administrasi kepada Wajib Pajak, antara lain :

  1. SPH tetap harus disampaikan dalam kurun waktu tertentu dengan melampirkan, SSP Uang Tebusan, Daftar Harta dan Nilai dari Harta (tidak detail), Daftar Utang, dan  Nilai Utang (tidak detail).
  2. Pengisian kelengkapan rincian Daftar Harta dan Utang pada SPH beserta penyampaian dokumen yang dipersyaratkan dapat dilakukan sampai dengan 31 Desember 2016.
  3. Pelunasan pajak sebesar 2 % (deklarasi dalam negeri dan repatriasi) dan 4 % (deklarasi luar negeri) dari tambahan harta bersih tetap harus dilakukan sebelum disampaikan SPH. (MM)

TINGGALKAN BALASAN