Infrastruktur Ketenagalistrikan di Bintan, Kepulauan Riau Selesai Dibangun

Sumber : Kompas

Kepulauan Riau, semarak.news – Kebutuhan infrastruktur listrik di Indonesia masih merupakan masalah yang sedang dihadapi pemerintah. Baru-baru ini, PLN telah berhasil menyelesaikan rute transmisi 150 kiloVolt (kV) di Kepulauan Riau dengan rincian dari Tanjung Uban sampai Sri Bintan sejauh 28 Kilmoter-Route (kmr), dari Sri Bintan sampai Air Raja sejuah 38 kmr, dan Air Raja sampai Kijang sepanjang 20 kmr. Hanya dalam jangka waktu 3 bulan, PLN dapat menyelesaikan semuanya. Sebuah pencapaian yang membanggakan.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir menyebutkan, penyelesaian pembunganunan infrastruktur ketenaga listrikan yaitu pembangunan jalur transmisi dan Gardu Induk (GI) di Bintan merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan, khususnya pada pembangunan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sebesar 150 kV.

“Tanpa dukungan dari stakeholder, PLN tidak akan mungkin bisa menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketengalistrikan dengan cepat dan tepat,” Ujar Sofyan dalam acara syukuran beroperasinya SUTT 150 kV interkoneksi Batam-Bintan dan gardu induk di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada Jumat (23/9/2016).

Hubungan kerja antara PLN dengan para stakeholders semoga dapat menunjang penyelesaian program pemerintah atas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebesar 35 ribu megawatt (MW). Sebuah Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4P) Kejaksaan Agung RI telah terbentuk agar segera dapat menyelesaikan program-program prioritas pemerintah.

Hal ini bertujuan untuk melakukan pengawalan dan pengamanan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan juga agar tidak terjadi kerugian atas berbagai penyimpangan yang dilakukan.

Keberhasilan pembangunan SUTT dan GI di Pulau Bintan menjadikan suatu percontohan bagi daerah lain untuk segera membangun dan menyelesaikan permasalahan listrik di tiap daerah. Hal-hal terkait perizinan dan non-perizinan pembangunan agar dapat diselesaikan dengan bantuan pemerintah daerah setempat, kejaksaan, kepolisianm dan BIN.

“Hari ini saluran listrik interkoneksi di Bintan sudah tersambung dengan sempurna. Ini adalah hal yang luar biasa karena target yang tadinya 2 tahun bisa menjadi 3 bulan saja,” jelas Jaksa Muda Agung Intelijen (JAMINTEL), Adi Toegarisman.

Pemerintah juga telah berkontribusi besar untuk tersuksesnya program 35 MW dengan telah disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 Tahun 2016 terkait Percepatan Pelaksanaan Proyek Straegis dan Perpres No. 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Seiring dengan keluarnya kedua Perpres tersebut, pemerintah pusat sangat berharap agar seluruh Gubernur, Bupati, Walikota untuk mempercepat program-program nasional dan memberikan izin atas pelaksanaan proyek seperti izin lingkungan, mendirikan bangunan, dan penetapan lokasi. Semua ini demi terwujudnya kesejahteraan di masing-masing provinsi.

“Untuk persoalan listrik, tentu saya akan membantu sepenuhnya. Apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Inilah yang bisa kita sebut konektivitas hati antar pihak terkait. Pembangunan yang cepat ini bisa jadi percontohan bagi wilayah lain,” tutup Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. (MM)

TINGGALKAN BALASAN